Jakarta, IDN Times - Kerabat salah satu orang yang ditangkap dalam acara Charity for NTT di TOS N Fun Bekasi menilai, narasi yang berkembang setelah penggerebekan, telah menyudutkan orang-orang yang ditangkap.
Polda Metro Jaya mengatakan 65 orang ditangkap dalam rangkaian penindakan sebelum aksi demo 27 Agustus 2026, dengan 63 orang diperiksa Ditreskrimum, dan 2 lainnya ditangani Ditressiber. Polisi menyatakan mereka hendak menunggangi demo, namun kerabat membantahnya.
“Saya kebetulan tidak ada di lokasi, dan kebanyakan teman-teman, termasuk kakak kami belum berani untuk memberikan keterangan, karena masih tertahan di Polda, juga melihat karena narasi di luar yang terlihat menyudutkan mereka," kata dia kepada IDN Times, Jumat (28/8/2026).
Menurut kerabat yang enggan disebut identitasnya, acara Charity for NTT tiba-tiba didatangi polisi setelah ditemukan dugaan molotov dan senjata tajam. Dia menyebut peserta langsung digeruduk dan polisi naik ke rooftop, untuk mencari barang yang disebut sebagai bom molotov.
Kerabat itu mempertanyakan temuan tersebut, karena acara, digelar untuk bersenang-senang dan berdonasi.
