Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Tangkap 65 Orang Jelang Demo, Keluarga Sebut Acara untuk Donasi
Polda Metro Jaya amankan 201 Molotov, Polda Metro Jaya merampas bensin hingga senajata tajam jelang aksi demo di DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Polda Metro Jaya menyatakan 65 orang diamankan menjelang aksi demo 27 Agustus 2026, dengan 63 orang diperiksa Ditreskrimum.
  • Kerabat salah satu orang yang diamankan menilai narasi setelah penggerebekan menyudutkan peserta Charity for NTT.
  • Polisi menduga adanya rencana penunggangan aksi, sementara kerabat membantah kaitan donasi dengan barang yang ditemukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa hari sebelum aksi

Menurut Kombes Iman Imanuddin, puluhan orang telah diamankan sejak beberapa hari sebelum aksi.

Kamis, 27 Agustus 2026

Polisi menduga kelompok tersebut berencana menunggangi aksi di DPR/MPR. Klaim itu disampaikan dalam konferensi pers Kamis siang.

Jumat (28/8/2026)

Kerabat salah satu orang yang diamankan menyampaikan bahwa narasi di luar dinilai menyudutkan mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang aksi demo, sementara kerabat peserta Charity for NTT membantah narasi polisi.
  • Who?
    Polda Metro Jaya, 65 orang yang diamankan, kerabat salah satu orang, dan Kombes Iman Imanuddin terlibat dalam keterangan terkait peristiwa ini.
  • Where?
    Acara Charity for NTT berlangsung di TOS N Fun Bekasi, sedangkan polisi menyatakan mereka mengamankan orang-orang tersebut di Jakarta Timur.
  • When?
    Pengamanan dilakukan menjelang aksi 27 Agustus 2026. Kerabat menyampaikan keterangannya kepada IDN Times pada Jumat (28/8/2026).
  • Why?
    Polisi menduga kelompok itu hendak menunggangi aksi dan membuat kericuhan. Kerabat menyatakan acara tersebut digelar untuk bersenang-senang dan berdonasi.
  • How?
    Polisi menggerebek acara setelah dugaan molotov dan senjata tajam ditemukan, lalu memeriksa 63 orang di Ditreskrimum dan menangani dua orang di Ditressiber.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi datang ke acara Charity for NTT di Bekasi. Banyak orang dibawa dan diperiksa sebelum demo. Kerabat bilang kakaknya aman, tetapi masih tertahan di Polda. Polisi bilang ada barang-barang yang diduga untuk molotov dan ada rencana membuat ricuh. Kerabat tidak setuju dengan cerita itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Informasi dari keluarga bahwa salah satu orang yang diamankan berada dalam kondisi aman memberi gambaran bahwa komunikasi mengenai keadaan mereka tetap berjalan. Keterangan kerabat juga menghadirkan sudut pandang lain mengenai acara Charity for NTT dan dana donasi, di tengah pendalaman yang masih dilakukan Polda Metro Jaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kerabat salah satu orang yang ditangkap dalam acara Charity for NTT di TOS N Fun Bekasi menilai, narasi yang berkembang setelah penggerebekan, telah menyudutkan orang-orang yang ditangkap.

Polda Metro Jaya mengatakan 65 orang ditangkap dalam rangkaian penindakan sebelum aksi demo 27 Agustus 2026, dengan 63 orang diperiksa Ditreskrimum, dan 2 lainnya ditangani Ditressiber. Polisi menyatakan mereka hendak menunggangi demo, namun kerabat membantahnya.

“Saya kebetulan tidak ada di lokasi, dan kebanyakan teman-teman, termasuk kakak kami belum berani untuk memberikan keterangan, karena masih tertahan di Polda, juga melihat karena narasi di luar yang terlihat menyudutkan mereka," kata dia kepada IDN Times, Jumat (28/8/2026).

Menurut kerabat yang enggan disebut identitasnya, acara Charity for NTT tiba-tiba didatangi polisi setelah ditemukan dugaan molotov dan senjata tajam. Dia menyebut peserta langsung digeruduk dan polisi naik ke rooftop, untuk mencari barang yang disebut sebagai bom molotov.

Kerabat itu mempertanyakan temuan tersebut, karena acara, digelar untuk bersenang-senang dan berdonasi.

1. Kerabat sebut saudaranya yang ditangkap dalam kondisi aman

Massa demo yang mendukung Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) masih bertahan di depan Gerbang Utama Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026) malam (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Kerabat tersebut mengatakan keluarga mendapat informasi bahwa kakaknya dalam kondisi aman dan kemungkinan dipulangkan setelah rangkaian demo selesai.

“Namun ada dua nama dengan inisial R dan Z yang mungkin tidak bisa pulang dan akan dilakukan pendalaman terkait peristiwa dan temuan semalam," katanya.

2. Kerabat persoalkan narasi soal dana donasi

Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR RI sudah ditutup jelang demo. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Kerabat juga membantah narasi yang mengaitkan uang donasi acara dengan pembelian barang yang disebut polisi sebagai bahan pembuatan molotov. Dia menekankan, menurut informasi yang diterima, proses pengumpulan donasi masih berlangsung ketika penggerebekan terjadi.

“Narasi udah kemana-kemana katanya molotov dan lain-lain itu dibiayai dari hasil pungutan donasi. Padahal cerita sebenarnya pada saat penggerebekan kardus donasi masih berputar dan uang yg sementara terkumpul masih di kresek," katanya.

3. Polisi sebut 63 orang diamankan dan masih didalami

Massa tandingan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Acara Charity for NTT jadi sorotan setelah polisi melakukan penggerebekan dan mengamankan sejumlah orang. Sehari setelahnya, Polda Metro Jaya menyebut total 65 orang diamankan menjelang aksi 27 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 63 orang diperiksa Ditreskrimum dan dua lainnya ditangani Ditressiber.

Polisi juga memamerkan barang yang diklaim ditemukan, termasuk 39 senjata tajam, dua airsoft gun, tujuh jeriken bensin, serta 201 botol kaca bersumbu yang diduga dipersiapkan untuk molotov.

Polisi menduga kelompok tersebut terafiliasi jaringan anarko dan berencana menunggangi aksi di DPR/MPR pada Kamis, 27 Agustus 2026, klaim itu disampaikan dalam konferensi pers Kamis siang.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, para pihak yang ditangkap bukan merupakan peserta aksi demo. Mereka diduga merupakan pihak yang hendak menunggangi aksi untuk berbuat kericuhan. Iman mengatakan mereka diamankan di wilayah Jakarta Timur.

"Mereka kami amankan di wilayah Jakarta Timur dan asalnya dari beberapa wilayah ada yang berasal dari Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, dan berkumpul dalam satu tempat," ujar Iman.

Menurut Iman, puluhan orang tersebut telah diamankan sejak beberapa hari sebelum aksi. Polisi disebut mengendus rencana penunggangan sehingga dilakukan penangkapan.

Iman mengatakan persiapan tersebut dilakukan sejak jauh-jauh hari, mulai dari konsolidasi, pembangunan narasi hingga pengumpulan donasi.

"Bahwa proses ini mereka mempersiapkan cukup lama baik itu dari proses konsolidasinya, proses pembangunan narasi dan pengumpulan donasi kemudian bagaimana mempersiapkan ini semua. Dan sebagaimana tadi dipertanyakan yang ada di hadapan kita (barang bukti) terlihat baru atau baru itu adalah salah satu upaya yang dilakukan mereka untuk mempersiapkan rencana penunggangan terhadap aksi yang terjadi hari ini," kata Iman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article