Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Periksa Sopir Ambulans hingga Saksi yang Terakhir Lihat Sutrimo
Klinik Mordent, lokasi tewasnya penjaga rumah Febrie Adriansyah. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo, pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, yang ditemukan tak sadarkan diri di Klinik Mordent pada 23 Juli 2026.
  • Sutrimo ditemukan dengan mulut dan hidung berbusa, lalu dievakuasi ke RS Muhammadiyah dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
  • Polisi memeriksa sejumlah sopir ambulans, pihak pengelola, saksi pemindahan jenazah, serta orang terakhir yang melihat Sutrimo; dokter pemeriksa juga akan dimintai klarifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
22 Juli 2024

MA disebut terakhir melihat Sutrimo sekitar pukul 20.00 WIB di depan Klinik Modern.

23 Juli 2026

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut dan hidung berbusa di Klinik Mordent, Jakarta Selatan. Ia dievakuasi ke RS Muhammadiyah dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba.

31 Juli 2026

Polda Metro Jaya menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengemudi ambulans dan pihak yang membantu pemindahan jenazah. Penyidik juga akan meminta klarifikasi dokter yang memeriksa dan menyatakan Sutrimo meninggal dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo, yang ditemukan tidak sadarkan diri dengan mulut dan hidung berbusa di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, lalu dinyatakan meninggal setibanya di RS Muhammadiyah.
  • Who?
    Sutrimo; saksi AZ, MOP, M, MA, AAS, MZ, dan S; serta dokter yang memeriksa dan menyatakan Sutrimo meninggal dunia sedang atau akan dimintai keterangan penyelidik.
  • Where?
    Sutrimo ditemukan di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah. Pemeriksaan saksi dilakukan dalam penyelidikan Polda Metro Jaya.
  • When?
    Sutrimo ditemukan pada 23 Juli 2026. Saksi MA disebut terakhir melihatnya sekitar pukul 20.00 WIB pada Rabu, 22 Juli 2024. Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan pemeriksaan pada 31 Juli 2026.
  • Why?
    Pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki kematian Sutrimo. Penyebab kematiannya per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Penyelidik telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pengemudi ambulans, petugas pemindahan jenazah, manajer pemilik ambulans, dan orang yang terakhir melihat Sutrimo. Dokter pemeriksa juga akan diundang untuk klarifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi sedang mencari tahu kenapa Sutrimo meninggal. Sutrimo ditemukan pingsan dengan busa di mulut dan hidung di sebuah klinik di Jakarta Selatan. Ia dibawa ambulans ke rumah sakit, tetapi sudah meninggal. Polisi bertanya kepada sopir ambulans, orang yang membantu, dan orang yang terakhir melihat Sutrimo. Dokter juga akan diminta penjelasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari berbagai tahapan, mulai dari pengemudi ambulans, pihak yang membantu pemindahan, pengelola ambulans, hingga orang yang terakhir melihat Sutrimo, menunjukkan penyelidikan berjalan terstruktur. Rencana klarifikasi kepada dokter yang memeriksa dan menyatakan kematian juga mencerminkan upaya melengkapi informasi secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terhadap kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai pekerja di rumah eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut dan hidung berbusa di Klinik Mordent, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026. Dia kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah dan dinyatakan meninggal dunia (dead on arrival).

"Ada beberapa orang saksi yang sudah dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Mereka yang diperiksa adalah AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju RS Muhammadiyah. Pengemudi ambulans tujuan Banyumas inisial MOP, dan saksi inisial M yang membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian menuju ambulans.

Selain itu, pihak manajer pemilik ambulans inisial MZ dan S serta pihak yang mengenal Sutrimo dan melihat terakhir kali pada Rabu, 22 Juli 2024 sekitar pukul 20.00 WIB di depan Klinik Modern, berinisial MA.

“Lalu, AAS pengemudi ambulans serta saat ini penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara S sudah meninggal dunia,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article