Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya menyebut gangguan sinyal telekomunikasi yang dialami massa maupun jurnalis saat meliput demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026), terjadi karena padatnya kerumunan massa di lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan kepadatan manusia dalam jumlah besar dapat memengaruhi sistem telekomunikasi. Hal itu disampaikan saat ditanya mengenai sulitnya akses sinyal di sekitar lokasi aksi.
"Ya, kami jawab sinyal. Kita mengetahui bahwa dengan crowded-nya manusia, banyaknya massa di sana, itu akan juga mengganggu terhadap sistem telekomunikasi," kata Budi sat menjawab pertanyaan IDN Times dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Sebelumnya, sejumlah jurnalis yang meliput aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI mengaku kesulitan mengirim berita, foto, maupun video ke kantor akibat gangguan sinyal.
Pantauan IDN Times di lokasi, beberapa jurnalis bahkan harus menjauh sekitar 400 hingga 800 meter dari titik aksi agar dapat memperoleh jaringan yang cukup untuk mengirim bahan berita.
Tim IDN Times juga menjadi salah satu yang terdampak gangguan tersebut. Sejumlah jurnalis harus bergeser cukup jauh dari lokasi demonstrasi agar bisa mengirimkan berita kepada redaksi.
Gangguan serupa turut dirasakan Fadil, jurnalis salah satu media nasional. Dia mengatakan jaringan telekomunikasi di sekitar depan Gedung DPR sangat sulit digunakan untuk mengirim berita.
"Iya nih, Bang. Di depan DPR tidak ada sinyal sama sekali (untuk mengirim berita)," ujar Fadil kepada IDN Times di lokasi.
Jurnalis lainnya, Hadi, juga mengalami kendala serupa. Dia bahkan harus berjalan hingga ke arah flyover Gerbang Pemuda untuk mendapatkan jaringan yang memungkinkan pengiriman berita ke kantornya.
"Iya susah sinyal. Dari pagi tadi kirim berita dan video ke kantor susah bener," ujar Hadi.
Gangguan komunikasi tersebut terjadi ketika ribuan massa memadati kawasan Gedung DPR RI untuk menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).
