Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Penjarakan Seniman Oposisi Gao Zhen Selama 3 Tahun

China Penjarakan Seniman Oposisi Gao Zhen Selama 3 Tahun
Bendera China (pixabay.com/SW1994)
  • Pengadilan Rakyat Kota Sanhe menjatuhi seniman oposisi Gao Zhen, 70 tahun, hukuman maksimal tiga tahun penjara atas tuduhan mencemarkan reputasi pahlawan negara.
  • Gao ditangkap pada Agustus 2024 terkait patung satir karya 2005–2009; aparat menerapkan aturan perlindungan reputasi pahlawan yang disahkan pada 2018 dan 2021.
  • Organisasi HAM internasional mengecam putusan tersebut sebagai penekanan kebebasan artistik, sementara kondisi kesehatan Gao memburuk dan istri serta anaknya dilarang bepergian ke luar negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengadilan China resmi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada seniman oposisi Gao Zhen pada Selasa (25/8/2026). Vonis hukum tersebut mengakhiri masa penahanan prapersidangan sang seniman yang telah berlangsung selama dua tahun.

Keputusan ini memicu kecaman keras dari berbagai organisasi hak asasi manusia di tingkat internasional karena dinilai membungkam kebebasan berekspresi.

  1. 1. Pengadilan jatuhkan vonis maksimal di tengah kondisi kesehatan seniman yang menurun

    ilustrasi palu hukum
    ilustrasi palu hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

    Pengadilan Rakyat Kota Sanhe di Provinsi Hebei menjatuhkan hukuman penjara maksimal kepada seniman berusia 70 tahun tersebut. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan mencemarkan reputasi pahlawan negara.

    Gao Zhen ditangkap aparat kepolisian pada Agustus 2024 saat mengunjungi keluarganya di China, disusul dengan penggeledahan studio seninya di Beijing. Selama dua tahun berada di fasilitas penahanan, kondisi fisik sang seniman dilaporkan terus memburuk. Ia sering pingsan serta menderita sengatan panas dan sakit punggung.

    "Keluarga sangat terpukul dan ikut menanggung penderitaan selama dua tahun masa penahanannya," kata istri Gao Zhen, Zhao Yaliang, dikutip dari The Guardian.

  2. 2. Aparat terapkan aturan hukum secara surut untuk pidanakan karya lama

    ilustrasi bendera China (pexels.com/@aboodi)
    ilustrasi bendera China (pexels.com/@aboodi)

    Kasus ini berpusat pada sejumlah patung satir ciptaan Gao Zhen dan saudaranya, Gao Qiang, pada periode 2005 hingga 2009. Salah satu karyanya adalah patung perunggu yang menggambarkan sosok mantan pemimpin China sedang berlutut.

    Aparat penegak hukum menggunakan aturan perlindungan reputasi pahlawan yang disahkan pada tahun 2018 dan 2021 untuk memidana karya lama tersebut. Penerapan hukum yang berlaku surut ini memicu kritik karena melanggar kebebasan berekspresi. Meski kebebasannya direnggut, Gao Zhen tetap aktif membuat karya seni potong kertas dari dalam sel tahanan.

    "Secara fisik dia memang terkurung, tetapi pikiran dan mentalnya tetap tajam serta tidak patah semangat," ujar Gao Qiang.

  3. 3. Dunia internasional kecam putusan penjara dan larangan bepergian keluarga

    ilustrasi penjara
    ilustrasi penjara (unsplash.com/Milad Fakurian)

    Vonis hukuman penjara tersebut memicu tanggapan keras dari berbagai lembaga pemantau hak asasi manusia. Langkah hukum ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk menekan kebebasan artistik independen di China.

    Berbagai organisasi menegaskan bahwa kritik sejarah melalui media seni tidak seharusnya berujung pada pidana. Selain memenjarakan Gao Zhen, pemerintah China juga memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri bagi istri dan anak laki-lakinya.

    "Hukuman maksimal ini menunjukkan ambisi pihak berwenang untuk membungkam serta mengancam kebebasan ekspresi seni," tegas peneliti HAM, Sarah Brooks.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More