Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Pantau Wafatnya Calon Manajer Kopdes, Latsarmil akan Dievaluasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo memantau kasus meninggalnya tiga calon manajer Kopdes dan Istana menegaskan evaluasi Latsarmil akan dilakukan bila ditemukan kelalaian dalam prosedur latihan.
  • Kementerian Pertahanan mengonfirmasi peserta SPPI bernama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal saat Latsarmil, menambah total korban menjadi tiga orang sejak pelatihan dimulai.
  • Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Novia memiliki riwayat TBC, sementara seluruh peserta sebelumnya telah melalui seleksi kesehatan sesuai ketentuan sebelum mengikuti pendidikan militer dasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga orang yang ikut latihan untuk jadi manajer koperasi meninggal saat latihan tentara. Mereka namanya Anisa, Yonanda, dan Novia. Pak Prabowo sedih dan mau lihat kenapa bisa begitu. Katanya nanti latihan itu akan dicek lagi biar aman. Sekarang pemerintah masih periksa apa yang salah waktu latihan itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memonitor perkembangan kasus meninggalnya tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Prasetyo mengatakan, evaluasi Latihan Dasar Militer (Latsarmil) juga akan dilakukan bila terjadi kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut.

"Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

1. Istana prihatin dan ucapkan duka cita mendalam

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes selama mengikuti kegiatan Latsarmil yang digelar Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Kendati demikian, Prasetyo mengatakan kasus ini tidak bisa disimpulkan karena proses pelatihan yang terlalu berat bagi seluruh peserta. "Ya belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua," kata Ketua DPP Gerindra itu.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada peluang kegiatan tersebut dihentikan, Pras menyatakan, pemerintah masih akan melihat bagaimana hasil dark proses Latsarmil tersebut. Ia juga memastikan, para calon manajer Kopdes Merah Putih juga digembleng tentang kapasitas manajerialnya untuk memimpin salah satu program unggulan Prabowo tersebut.

"Oh ya dong, masa iya kita pemerintah terus tidak melakukan pendidikan kompetensi kan ya ndak mungkin," kata dia.

2. Peserta SPPI meninggal lagi saat Latsarmil, kini ada tiga orang

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait saat berkunjung ke Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kembali mengonfirmasi seorang peserta program SPPI atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer.

"Betul, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalya salah satu peserta program SPPI KNMP tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang. Dia mengikuti pendidikan di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta," ujar Kabiro Kemnhan RI Brigjen TNI Rico Sirait, kepada IDN Times melalui pesan pendek, Rabu (24/6/2026).

Dia mengatakan, Novia dinyatakan meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026. Maka, jumlah peserta yang meninggal bertambah menjadi tiga orang.

"Yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan sejak Senin, 22 Juni 2026 lalu segera mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan. Seiring dengan perkembangan kondisinya, peserta kemudian dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," tutur dia.

3. Punya rekam medis penyakit TBC

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Berdasarkan pemeriksaan medis, Novia disebut memiliki rekam medis penyakit Tuberkulosis (TB). Rico mengatakan, pada dasarnya semua peserta telah melewati serangkaian tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Itu termasuk pemeriksaan kesehatan. Dia dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," kata Rico.

Adapun, tiga peserta yang meninggal dunia antara lain: Anisa Muyassaroh (Balikpapan) dilaporkan meninggal akibat heat stroke dan henti jantung; Yonanda Muhammad Taugiq (Baturaja) dilaporkan meninggal akibat cardiac arrest (henti jantung); dan Novia Rahmadhani Sihotang (Jakarta) meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan tuberkulosis (TBC).

Menurut dia, sejak muncul keluhan kesehatan, tim medis dari satuan terkait dan rumah sakit telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Editorial Team

Related Article