Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, upaya perbaikan sekolah sudah mencapai 71 ribu lebih di seluruh Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17 ribu, tahun ini 71 ribu lebih. Tahun depan target kita 100 ribu. Tahun 2028, 100 ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi,” kata dia.
Dari hasil pengecekan IDN Times, angka 71.744 satuan pendidikan memang merupakan angka resmi pemerintah, tetapi Kemendikdasmen menetapkannya sebagai target revitalisasi pada 2026, bukan capaian yang sudah selesai.
Pada 16 Juni 2026, Kemendikdasmen bahkan menjelaskan bahwa angka 71.744 merupakan target baru. Jumlah itu terdiri dari 11.744 satuan pendidikan yang sudah mendapat alokasi anggaran serta tambahan sekitar 60 ribu satuan pendidikan yang masih dalam proses pembahasan dan penganggaran.
Pada 11 Juni 2026, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, mengatakan, pelaksanaan pembangunan tahun 2026 baru mencapai 70 persen dari alokasi awal 11.744 satuan pendidikan. Artinya, pada saat itu pemerintah belum menyelesaikan 71.744 sekolah.
"Insyaallah akan ada tambahan sekitar 60 ribu satuan pendidikan. Dengan demikian, target perluasan program revitalisasi mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Abdul Mu’ti di Istana, Jakarta, Rabu (11/6/2026).
Data resmi Kemendikdasmen juga mencatat bahwa 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025. Sementara untuk 2026, targetnya diperluas menjadi 71.744 satuan pendidikan.
Singkatnya, realisasi revitalisasi 2025 adalah 16.167 satuan pendidikan. Kemudian, target revitalisasi 2026 adalah 71.744 satuan pendidikan dengan lokasi awal 2026 sebanyak 11.744 satuan pendidikan dan diberikan tambahan target sekitar 60 ribu satuan pendidikan.
Klaim Prabowo bukan sekadar pembulatan angka. 71.744 adalah target program, sedangkan pidato mengubahnya menjadi capaian yang telah selesai.
