Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan. (Dok. Kemlu RI)
Pemerintah ibu kota India, New Delhi, telah memperketat keamanan menjelang KTT ke-18 BRICS, ujar para pejabat pada Jumat kemarin.
Polisi merancang pengaturan rumit untuk acara internasional tingkat tinggi yang dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu di Bharat Mandapam di ibu kota, demikian pernyataan yang diterima dari stasiun radio milik negara India, All India Radio (AIR).
Diketahui sekitar 15.000 personel polisi dan 200 kompi pasukan paramiliter telah dikerahkan di New Delhi untuk pengaturan keamanan, ungkap Manish Kumar Agrawal, komisaris khusus polisi dari divisi keamanan protektif, sebagaimana di kutip dari AIR.
Sementara itu, para pejabat telah mengidentifikasi 22 titik pengalihan utama dan lebih dari 35 jalan utama di mana lalu lintas dapat dihentikan sementara atau dialihkan apabila diperlukan.
Sekolah-sekolah pemerintah dan swasta di Delhi ditutup pada Jumat dan akan dibuka kembali pada Senin (14/9/2026). Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi keamanan dan manajemen lalu lintas. Selain itu, kantor-kantor pemerintah juga ditutup pada Jumat dan perusahaan-perusahaan swasta telah dianjurkan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah bila memungkinkan.
Warga setempat juga diimbau, apabila memungkinkan menggunakan layanan metro atau transportasi umum alih-alih memakai kendaraan pribadi guna mengurangi kemacetan selama KTT berlangsung.