Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono: Rumah Longsor di Tebet Bukan Akibat Normalisasi Ciliwung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Bundaran HI, Minggu (8/3/2026)/ (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor di Tebet bukan akibat proyek normalisasi Sungai Ciliwung, karena lahan di lokasi itu belum dibebaskan dan masih dalam tahap perhitungan.
  • Pemprov DKI memastikan akan membantu warga terdampak longsor serta terus melanjutkan program pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, termasuk Kali Cakung Lama yang ditargetkan rampung pada 2027.
  • Pramono mengingatkan potensi banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang, sehingga Pemprov menyiapkan sekitar 1.200 pompa dan pompa portabel untuk antisipasi genangan di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 Maret 2025

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor di bantaran Sungai Ciliwung kawasan Tebet bukan akibat proyek normalisasi. Ia menjelaskan pembebasan lahan untuk normalisasi masih dalam tahap perhitungan.

8 Maret 2025

Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan membantu warga yang terdampak longsor di kawasan Tebet.

Tahun 2027

Pramono menargetkan proyek normalisasi Kali Cakung Lama selesai pada tahun 2027 untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta.

kini

Pemprov DKI Jakarta mewaspadai potensi banjir kiriman dari Bogor dan Tangerang akibat curah hujan tinggi serta menyiapkan sekitar 1.200 pompa termasuk pompa portabel di beberapa daerah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi longsor di bantaran Sungai Ciliwung kawasan Tebet, Jakarta, yang dikonfirmasi bukan akibat proyek normalisasi sungai.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan penjelasan dan memastikan Pemprov DKI akan membantu warga terdampak.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di bantaran Sungai Ciliwung wilayah Tebet, Jakarta Selatan, dengan keterangan disampaikan di Bundaran HI.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Minggu, 8 Maret 2025, setelah kejadian longsor yang berlangsung sehari sebelumnya.
  • Why?
    Longsor disebut tidak terkait proyek normalisasi karena pembebasan lahan belum dilakukan dan masih dalam tahap perhitungan.
  • How?
    Pemprov DKI menyiapkan bantuan bagi warga terdampak serta memperkuat pengendalian banjir melalui normalisasi sungai dan kesiapan pompa air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor yang terjadi di bantaran Sungai Ciliwung kawasan Tebet bukan disebabkan oleh proyek normalisasi sungai.

Menurutnya, lokasi tersebut memang masuk rencana normalisasi ke depan, namun pembebasan lahan hingga kini masih dalam tahap perhitungan.

“Jadi kejadian kemarin itu bukan karena normalisasi Ciliwung. Tempat tersebut memang nantinya akan dinormalisasi, tetapi sampai sekarang pembebasan lahannya belum dilakukan dan masih dalam tahap perhitungan,” kata Pramono di Bundaran HI, Minggu (8/3/2025).

1. Pemprov DKI akan bantu warga

Ilustrasi longsor di Kawasan Tebet/ dok (Tebet.info)

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap turun tangan membantu warga yang terdampak longsor di kawasan tersebut.

“Untuk warga yang mengalami kejadian seperti ini, tentu Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan,” ujarnya.

2. Normalisasi Cakung ditargetkan selesai 2027

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kegiatan sehat bersih di Sungai Ciliwung Jumat (21/11/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono menjelaskan banjir yang terjadi di Jakarta hari ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi, mencapai 264 milimeter per hari dan berlangsung hampir sepanjang hari.

Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya pengendalian banjir, salah satunya melalui normalisasi beberapa sungai, seperti Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.

“Normalisasi Cakung Lama mudah-mudahan pada tahun 2027 bisa selesai. Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta,” kata dia.

3. Potensi banjir kiriman

Kondisi air Sungai Ciliwung siaga 4 banjir Jakarta atau dalam kondisi normal pada Senin (10/3/2025). (Pos Jaga Bendung Katulampa).

Namun, Pramono mengakui ada potensi banjir yang masih perlu diwaspadai karena curah hujan juga tinggi di wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang yang airnya mengalir menuju Jakarta.

"Ini nanti sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta. Saya meminta seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah," katanya.

Editorial Team