Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Latvia Temukan Terowongan untuk Selundupkan Migran dari Belarus

Latvia Temukan Terowongan untuk Selundupkan Migran dari Belarus
suasana di perbatasan Latvia-Rusia (Saeima, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Latvia menemukan terowongan pertama di Augsdaugava, perbatasan Belarus, yang diduga digunakan menyelundupkan migran ilegal; 15 migran ditemukan di dalamnya dengan pakaian warna pasir.
  • Menteri Dalam Negeri Janis Dombrava meluncurkan Operasi Werewolf untuk memperkuat perbatasan timur melalui koordinasi penjaga perbatasan, polisi, militer, dan aparat keamanan.
  • Latvia meningkatkan koordinasi dengan Lithuania, Estonia, dan Polandia menghadapi kenaikan migrasi ilegal, sementara pemerintah khawatir jaringan kriminal menjadikan perbatasannya jalur masuk ke Uni Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Latvia mengumumkan penemuan terowongan pertama untuk menyelundupkan migran ilegal dari Belarus pada Selasa (11/8/2026). Penemuan terowongan ini terletak di Augsdaugava, area perbatasan Latvia dan Belarus. 

Dilansir LSM, ketika ditemukan oleh otoritas Latvia, sekelompok migran yang berjumlah 15 orang berada di dalam terowongan tersebut. Mereka diketahui mengenakan baju dengan warna pasir untuk menyulitkan otoritas Latvia menemukannya saat malam hari. 

  1. 1. Latvia umumkan perlawanan penyelundupan migran ilegal

    suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus
    suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus (Barry432, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Menanggapi penemuan terowongan ini, Menteri Dalam Negeri Latvia, Janis Dombrava mengumumkan perlawanan penyelundupan migran lewat Operasi Werewolf. Ia menginstruksikan penguatan penjagaan perbatasan Belarus.

    “Perlindungan perbatasan timur Latvia akan diperkuat dengan kerja sama antara Badan Penjaga Perbatasan, Polisi Nasional, Angkatan Bersenjata, dan aparat keamanan lainnya,” tuturnya, dikutip dari TVP World.

    Sebulan lalu, tentara Latvia sudah menggunakan gas air mata dan tembakan peringatan untuk menghentikan migran ilegal. Langkah itu menyusul tingginya migran yang masuk dari Belarus. 

  2. 2. Bekerja sama dengan negara tetangga untuk hentikan migrasi ilegal

    ilustrasi bendera Latvia
    ilustrasi bendera Latvia (unsplash.com/upmanis)

    Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Latvia mengumumkan peningkatan kerja sama dan koordinasi dengan negara tetangganya, Lithuania, Estonia, dan Polandia. Sebab, terjadi kenaikan arus migrasi ilegal kedua.

    “Ini menjadi tahun kelima pertikaian dimulai dan Rusia sudah menggunakan perbatasan Latvia sebagai elemen untuk meluncurkan serangan hybrid, menyerang infrastruktur lewat Belarus,” ungkapnya. 

    Otoritas Latvia memperingatkan warga di perbatasan timur tetap waspada. Nantinya, akan lebih banyak pasukan yang diterjunkan untuk mengamankan dan lebih sering memantau area perbatasan. 

  3. 3. Latvia khawatir terdampak krisis migrasi seperti di Ceuta

    Ilustrasi bendera Latvia
    Ilustrasi bendera Latvia (pexels.com/mariya-todorova)

    Perdana Menteri Latvia, Andris Kullbergs mengaku khawatir terjadi krisis migrasi yang sama seperti di Ceuta. Menurutnya, jaringan kriminal sudah memfasilitasi migran masuk dari Belarus menuju ke Latvia untuk masuk ke negara-negara Uni Eropa (UE) lainnya. 

    “Mereka masuk ke perbatasan yang paling mudah dimasuki di UE. Maka dari itu, perbatasan kita tidak boleh menjadi perbatasan yang paling mudah dimasuki migran ilegal,” terangnya. 

    Terowongan di perbatasan Belarus tak hanya ditemukan di Latvia, sebelumnya terowongan serupa ditemukan di Lithuania. Terowongan itu berfungsi sebagai jalur migran ilegal masuk ke negara-negara Baltik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More