Jakarta, IDN Times – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, mengkritik pemerintah karena dinilai tidak memberikan ruang yang layak bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dalam aksi demonstrasi, pada Kamis (29/10/2026).
Dhenni mengatakan, mahasiswa telah berupaya mengikuti prosedur birokrasi, termasuk menyurati pihak terkait dan menyampaikan aspirasi secara baik-baik. Namun, mereka tetap merasa tidak mendapat fasilitas untuk menyampaikan tuntutan di tempat yang semestinya.
“Kita sudah bersurat, kita sudah tadi ngomong baik-baik juga, cuman kita masih ditutup,” kata Denny saat ditemui dalam aksi demonstrasi.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang aksi massa berikutnya apabila pemerintah terus membatasi ruang penyampaian aspirasi.
Berikut tiga tuntutan yang dibawa dalam aksi demonstrasi ini.
