ilustrasi data ekonomi (IDN Times/Sukma Shakti)
Lebih lanjut, Achmad menekankan bahwa seluruh capaian tersebut hanya dapat terwujud jika stabilitas nasional tetap terjaga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan global.
“Kunci utama kita hari ini adalah persatuan. Tidak ada negara yang bisa kuat jika terpecah di dalam. Tidak ada ekonomi yang bisa tumbuh jika politiknya tidak stabil,” katanya.
Ia juga menilai kritik tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.
“Kita butuh kritik yang membangun, bukan narasi yang meruntuhkan. Di tengah ketidakpastian global, yang kita perlukan adalah konsolidasi nasional, bukan konfrontasi,” tegasnya.
Achmad pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga optimisme dan kepercayaan terhadap arah kebijakan negara di tengah tantangan global yang ada.
“Indonesia hari ini berada di persimpangan penting. Di satu sisi ada tantangan global, di sisi lain terbuka peluang besar. Pilihannya ada pada kita: terpecah oleh pesimisme, atau bersatu dalam optimisme. Karena pada akhirnya, kekuatan bangsa ditentukan oleh kemampuannya untuk tetap bersatu di tengah badai,” pungkasnya.