Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Orang Tewas Setelah Minibus Tabrak Gajah di Uganda

3 Orang Tewas Setelah Minibus Tabrak Gajah di Uganda
Gajah Afrika (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
Intinya Sih
  • Sebuah minibus berisi tujuh pegawai Otoritas Pendapatan Uganda menabrak gajah di Taman Nasional Murchison Falls, menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.
  • Proses evakuasi korban sempat terhambat karena pintu mobil macet dan gajah yang tertabrak masih bergerak agresif sebelum akhirnya menjauh dari lokasi.
  • Pihak kepolisian dan Otoritas Satwa Liar Uganda mengimbau pengendara berhati-hati saat melintasi kawasan konservasi, terutama malam hari, untuk mencegah kecelakaan serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Taman Nasional Murchison Falls, Uganda, pada Minggu (24/5/2026) malam. Sebuah minibus yang membawa tujuh orang pegawai Otoritas Pendapatan Uganda (URA) menabrak seekor gajah yang sedang menyeberang jalan beraspal di area tersebut.

Insiden ini mengakibatkan tiga orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara empat orang lainnya, termasuk sopir, mengalami luka-luka. Hingga Senin (25/5/2026), pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi gajah yang tertabrak.

1. Kronologi kecelakaan dari Kota Arua menuju Kampala

Gajah
ilustrasi gajah (pexels.com/Magda Ehlers)

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat di dalam kawasan Taman Nasional Murchison Falls, Distrik Nwoya. Kendaraan minibus Toyota Hiace bernomor polisi UA 20121AA tersebut sedang dalam perjalanan dari Kota Arua menuju Kampala setelah penumpang menyelesaikan tugas dinas.

Saat melintas di jalan beraspal dalam taman nasional, minibus menabrak seekor gajah yang sedang menyeberang. Benturan itu membuat sopir kehilangan kendali atas kendaraannya.

"Tiga penumpang tewas di tempat, sementara empat lainnya termasuk sopir mengalami luka-luka," kata juru bicara Kepolisian Lalu Lintas Uganda, Michael Kananura, dilansir Dawn.

2. Proses evakuasi korban sempat mengalami kendala

ilustrasi kecelakaan bus (Twitter.com/Policía Vial Estatal)
ilustrasi kecelakaan bus (Twitter.com/Policía Vial Estatal)

Korban dalam kecelakaan ini merupakan rombongan pegawai URA yang baru selesai mengadakan penyuluhan pajak bagi pengusaha perempuan. Polisi telah mengevakuasi empat korban luka ke Rumah Sakit Kiryandongo sebelum dirujuk ke Kampala. Sementara itu, jenazah tiga korban, termasuk salah satunya bernama Robert Wamala Rumanyika, dibawa ke Rumah Sakit Anaka untuk proses pemeriksaan medis.

Proses evakuasi korban dari dalam minibus sempat mengalami kendala. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa warga harus memecahkan kaca untuk menolong korban karena pintu mobil macet setelah benturan.

"Kami mulai memecahkan kaca jendela untuk mengeluarkan korban yang terluka karena pintu tidak bisa dibuka. Namun, gajah itu merespons suara tersebut, bangkit, dan membentur minibus," kata saksi mata Khaled Ali.

Hewan tersebut sempat mendorong kendaraan ke arah semak-semak sebelum akhirnya kehabisan tenaga. Setelah gajah tersebut menjauh dan terjatuh, warga dan petugas baru bisa melanjutkan proses evakuasi dengan aman.

3. Peringatan polisi terkait risiko melintasi kawasan hewan liar

ilustrasi gajah
ilustrasi gajah (pexels.com/Flint Huynh)

Menyusul kecelakaan ini, pihak kepolisian dan Otoritas Satwa Liar Uganda (UWA) memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar berkendara dengan kewaspadaan ekstra di area konservasi.

"Pengendara diminta untuk berhati-hati saat melewati taman nasional dan kawasan hewan liar, terutama pada malam hari, serta mematuhi batas kecepatan untuk mencegah kejadian serupa," kata juru bicara Kepolisian Lalu Lintas Uganda, Michael Kananura.

Menurut catatan UWA pada tahun 2024, rata-rata terdapat tiga hewan liar yang mati setiap hari karena tertabrak kendaraan berkecepatan tinggi di Taman Nasional Murchison Falls. Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat mengenai tingginya risiko lalu lintas di habitat satwa liar yang berdekatan dengan permukiman dan jalan umum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More