Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Puluhan Korban Penipuan Investasi Emas Laporkan PT Devine ke Polisi, Rugi Rp25 M

3 min read
Puluhan Korban Penipuan Investasi Emas Laporkan PT Devine ke Polisi, Rugi Rp25 M
Sebanyak 85 korban dugaan penipuan investasi emas melaporkan PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Sebanyak 85 korban melaporkan PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri dengan total kerugian mencapai Rp25 miliar.

  • Laporan berkaitan dengan jual beli emas skema pre order, promo bonus emas, serta barang dan pengembalian uang yang tidak diterima korban.

  • Pengacara korban meminta dugaan keterlibatan tiga influencer diverifikasi, sementara salah satu korban mengaku rugi Rp1 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 85 korban dugaan penipuan investasi emas melaporkan PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). Total kerugian para korban mencapai Rp25 miliar.

Laporan tersebut telah diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/476/X/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 8 Oktober 2026.

“Perusahaan yang kami laporkan adalah PT Divine Gems and Jewellery, termasuk kami melihat ada enam perusahaan yang mana entity tersebut satu orang, yaitu direktur utamanya dengan inisial JKR yang merupakan warga negara asing. Termasuk komisarisnya warga negara Indonesia NB, tetapi ada sekitar empat orang warga negara asing juga dari India,” kata pengacara para korban, Bionda Johan Anggara di Bareskrim Polri.

  1. 1. Modus terduga para pelaku

    Ilustrasi penipuan dan penggelapan. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi penipuan dan penggelapan. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Adapun modus terlapor yakni melakukan jual beli emas dengan skema pre-order (PO) dan iming-iming promo beli lima gram, bonus empat gram emas. Namun hingga jatuh tempo, korban tak mendapatkan barang yang dipesan dan janji promo yang didapat.

    Selain korban pembeli, ada pula korban yang menjual emas kepada PT Divine Gems and Jewellery dengan iming-iming akan mendapat harga tinggi.

    “Tetapi pada saat sekarang tidak jelas juga emas itu dihargai tinggi dan dikembalikan uangnya. Oleh karena itu, ini yang kami duga ada modus-modus pidananya,” ujar dia.

  2. 2. Korban tertarik karena ada influencer

    ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Bionda menjelaskan, berdasarkan pengakuan para korban, mereka tergiur karena promo dan menggunakan influencer untuk mempromosikan.

    Terdapat tiga influencer yang diduga mempromosikan emas PT Divine Gems and Jewellery. Mereka adalah Jennifer Coppen, Kirana Larasati, dan Nope Novian.

    “Setidaknya harus diverifikasi, apakah public figure ini memang terlibat atau ikut serta, atau ada memang mereka adalah korban, atau dari awal mereka sudah tahu ada mens rea-nya di sini? Ini yang kami inginkan, kami bikin LP di sini supaya perkara ini terang benderang dan tidak ada hoaks,” ujar dia.

  3. 3. Pengakuan salah satu korban

    Puluhan Korban Penipuan Investasi Emas Laporkan PT Devine ke Polisi, Rugi Rp25 M
    Sebanyak 85 korban dugaan penipuan investasi emas melaporkan PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Salah satu korban, Bernardus mengaku mengalami kerugian atas pembelian perak dan emas mencapai Rp1 miliar. Dia percaya ikut PO ke PT Divine Gems and Jewellery setelah dirinya pertama kali membeli perak sebanyak enam kilogram.

    “Menunggu satu bulan, beneran dikirim, lalu saya otomatis juga tes keasliannya. Saya bawa ke toko emas, dites kadarnya, kadar peraknya dan benar itu asli. Jadi, ya, saya beli terus. Ya, begitulah, jadi umpannya itu asli,” kata dia dalam kesempatan yang sama.

    Setelah itu, dia kembali PO pada awal tahun, tetapi terjadi keterlambatan pengiriman dengan alasan Hari Raya Idul Fitri.

    “Sampai akhirnya yang mereka buka cabang di Jakarta itu sekitar Mei-Juni, nah itu saya beli lagi di situ dan terakhir ini di bulan Juli-Agustus itu mulailah gencar-gencaran diskon. Diskonnya fantastis, sampai satu kali lipat lebih bahkan,“ ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More