Perwakilan ojol Masuk Gedung DPR. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Sementara itu, perwakilan ojol lainnya dari Jakarta, Dika mengatakan pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan massa dari Pati tidak mendapat gangguan dari pihak luar maupun terprovokasi.
"Untuk koordinasi dari kita, untuk pengamanan Mas Botak supaya sama aja. Intinya jangan sampai ada gangguan dari luar, dari orang-orang luar atau kita terprovokasi, terpancing dari pihak manapun," kata Dika.
Rencana untuk bermalam di depan Gedung DPR/MPR RI juga disampaikan Melva, seorang kurir Shopee. Dia memastikan para ojol akan tetap berada di lokasi hingga aksi pada Kamis.
"Pasti stay di sini! Insyaallah kita stay di sini. Kami akan menjaga saudara-saudari kami yang dari Pati buat rakyat yang di sana," ujar Melva.
Umar menambahkan, keputusan untuk bermalam tersebut merupakan bentuk komitmen mereka menjaga amanah masyarakat.
"Yang jelas kita menjaga amanah. Menjaga amanah dari rakyat," katanya.
Melva juga mengajak masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut. Menurutnya, perjuangan yang dibawa bukan hanya untuk kepentingan masyarakat Pati maupun ojol, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.
"Mari bergabung untuk satu tujuan, kesejahteraan kita semua! Bukan kesejahteraan Pati, bukan kesejahteraan ojol, tapi semua! Seluruh rakyat Indonesia!" ujarnya.
Dia juga menyuarakan tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Selain itu, Melva menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu dievaluasi. Terkait jumlah ojol yang akan bertahan di depan Gedung DPR/MPR RI, Umar mengaku belum mengetahui jumlah pastinya. Dia menyebut jumlah peserta yang hadir cukup banyak.
Menjelang aksi, Melva berharap tidak terjadi kekerasan ataupun jatuhnya korban. Dia menegaskan para ojol ingin aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset dapat disampaikan tanpa kericuhan.
"Semoga nggak ada kekerasan dan tidak ada yang jadi korban dan berkorban tidak ada. Kita pengen disahkan RUU aset itu, sahkan, tidak ada lagi tunda-tunda," kata Melva.
Meski begitu, dia menilai dialog dengan pemerintah tidak cukup jika hanya berujung pada janji. Melva meminta anggota DPR menemui langsung masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
"Harus keluar! Dia harus turun ke jalan. Harus turun ke jalan temuin kita," ujarnya.
Ketika ditanya apakah aksi akan berlangsung seperti aksi di DPRD Pati, peserta yang berada di lokasi kompak menyatakan setuju.
Meski membawa sejumlah tuntutan, Melva memastikan aksi yang mereka dukung akan dilakukan secara damai. Ia juga menegaskan para ojol yang datang ke Jakarta tidak dibayar untuk mengikuti aksi.
"Kami para kurir dan ojol tidak ada. Dibayar tidak ada, kami dengan hati, sukarelawan, hati nurani," katanya.
Para ojol juga tidak menyerukan rekan-rekannya untuk melakukan aksi off bid atau berhenti mengambil pesanan pada Kamis. Umar mengatakan keputusan untuk bergabung dalam aksi dikembalikan kepada masing-masing pengemudi.
"Nggak usah, nggak usah. Kami nggak ada seruan, kami nggak ada seruan," kata Melva.
Namun, ia mengajak para ojol yang memiliki visi dan misi yang sama untuk bergabung secara sukarela. Melva menegaskan gerakan mereka tidak ingin ditunggangi pihak tertentu. Jika ada pihak lain yang ikut hadir dalam aksi, dia menyebut hal tersebut merupakan pilihan masing-masing.
"Kembali ke hati kalian semua, ketika kalian satu visi misi dengan saudara kami di Pati, mari bergabung, kita berdamai. Demo berdamai," imbuh dia.