Dedi Mulyadi bersama Erwan Setiawan. (Instagram/Erwan)
Sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, Dedi Mulyadi merupakan politisi Partai Golkar. Ia bergabung dengan Golkar sejak 1999 melalui pencalonan dirinya sebagai anggota DPRD Purwakarta sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Purwakarta 1999-2004.
Namun, pada 2003, ia mengundurkan diri dari tugasnya karena terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta bersama Lily Hambali Hasan, Bupati Purwakarta 2003-2008.
Pada 2008, Dedi kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta bersama Dudung B Supardi, dan berhasil terpilih untuk masa jabatan 2008-2013.
Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) berikutnya, Dedi kembali terpilih sebagai Bupati Purwakarta 2013-2018 bersama Dadan Koswara, Wakil Bupati Purwakarta.
Kariernya semakin cemerlang hingga pada 2016 ia terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat 2016-2020.
Dedi juga pernah menjadi calon gubernur Jabar berpasangan dengan Deddy Mizwar pada Pilkada 2018, namun kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Karier politik Dedi di Golkar berakhir. Ia memilih keluar ke Partai Gerindra pada 2023. Di Gerindra, ia langsung ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Kepindahan Dedi ke Gerindra disebut-sebut karena perebutan tiket Pilgub Jabar 2024. Namun, Dedi membantah keras kabar tersebut.
Selama bergabung di partai berlambang pohon beringin tersebut, Dedi sempat menduduki berbagai posisi penting, di antaranya sebagai anggota hingga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (terpilih pada 2016) hingga Bupati Purwakarta dua periode.
Pada Pilgub Jabar 2024, Dedi berpasangan dengan Erwan Setiawan. Pasangan Dedi-Erwan diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, PBB, Ummat, Hanura, Perindo, PKN, Prima, Garuda, Gelora, dan Buruh. Kala itu, Dedi menegaskan menolak politik identitas dan mengaku sebagai korban kampanye politik identitas.
“Saya tidak pernah menggunakan isu politik identitas, tapi saya menjadi korban dari kampanye politik identitas,” ucap Dedi Mulyadi, setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Jabar.
Pasangan Dedi-Erwan pun menang Pilgub Jabar 2024, dengan memborong 62 persen suara sah. Setelah resmi jadi Gubernur Jabar, Dedi banyak membuat kebijakan yang kemudian viral di media sosial.