Jakarta, IDN Times - Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengatakan, PT Feng Tay sepakat bahwa kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak terjadi sepanjang diberikan mitigasi.
Hal ini dia sampaikan usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/06/2026).
“Kita datang bersama Ibu Dirjen dan timnya, Dirjen PHI Kemenaker, kami diskusi, meyakinkan daripada perwakilan pengusaha dan mereka bersepakat, yang kemungkinan, baru kemungkinan terjadi PHK menjadi tidak jadi. Sepanjang diberikan mitigasi,” ujar Said di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/06/2026).
Dia mengatakan, mitigasi yang dilakukan adalah pengaturan jam kerja atau suspend working hours, yakni penyesuaian hari kerja di mana buruh diliburkan 1–2 hari dalam satu minggu.
“Nah, mitigasinya pengaturan jam kerja istilah mereka suspend untuk working hours, pengaturan jam kerja. Jadi dalam satu minggu, ada 1-2 hari buruh yang diliburkan,” kata dia.
Said mengatakan, dia tidak memperbolehkan rencana awal pemotongan upah hingga 50 persen.
“Yang tadinya juga mau dipotong setengah, 50 persen dari upahnya, kami ingatkan tidak boleh memotong upah,” ucap dia.
Setelah diberi penjelasan, kata Said, akhirnya disepakati upah pokok pekerja tidak dipotong dan hanya akan mengatur pemotongan intensif.
“Mereka akhirnya setuju setelah diberi penjelasan tidak boleh memotong upah akhirnya mungkin yang mungkin diatur adalah pemotongan terhadap insentif,” ujar dia.
Said menilai, mitigasi tersebut merupakan sesuatu bermanfaat bagi buruh yang dapat dilakukan.
“Mitigasi seperti ini selaku saya Penasihat Khusus Presiden kan bermanfaat buat buruh. Di dalam maupun di luar kekuasaan menjadi manfaat bisa kita lakukan,” kata Said Iqbal.
Sebelumnya, Said mengatakan, terdapat potensi PHK terhadap 4.000 pekerja PT Feng Tay di Bandung akibat ketidakpastian ekonomi global.
Dia mengatakan, PT Feng Tay yang memproduksi sepatu Nike mengalami penurunan aktivitas setelah pesanan yang dikerjakan selesai.
“Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya ancaman PHK 4.000 karyawan,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).
