Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seleksi Nakes Haji 2027 Dibuka, Kemenhaj Cari Pelayan Tamu Allah
Seorang petugas kesehatan menangani jemaah haji yang sedang dirawat di ruang perawatan KKHI Madinah (Dok. MCH 2026)
  • Kemenhaj membuka seleksi PPIH bidang Kesehatan untuk operasional haji 1448 H/2027 M.

  • Pelamar harus memenuhi syarat kesehatan, pengalaman kerja, kemampuan teknologi, serta kompetensi sesuai profesi yang dibutuhkan.

  • Pendaftaran dibuka 20 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi administrasi, CAT, MCU, serta pengumuman peserta pendidikan dan pelatihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?
Vote Now
Selasa, 18 Agustus 2026

Kemenhaj mengumumkan pembukaan Seleksi PPIH bidang Kesehatan untuk operasional 1448 H/2027 M.

Kamis, 20 Agustus 2026

Pendaftaran mandiri tenaga medis mulai dibuka.

26 Agustus 2026

Batas akhir pengunggahan dokumen persyaratan.

31 Agustus 2026

Kandidat yang lolos seleksi administrasi mengikuti Computer Assisted Test (CAT).

3 hingga 8 September 2026

Tahap Medical Check Up (MCU) dilaksanakan.

15 September 2026

Nama peserta yang lolos ke tahap pendidikan dan pelatihan diumumkan secara resmi

8 April 2027

(1 Zulkaidah 1448 H) Jemaah mulai tiba di Arab Saudi.

15 Mei 2027

(9 Zulhijjah 1448 H) Perkiraan puncak haji / wukuf di Arafah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?
Vote Now
  • What?
    Kemenhaj membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji bidang Kesehatan untuk operasional 1448 H/2027 M.
  • Who?
    Kementerian Haji dan Umrah RI membuka seleksi bagi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, perawat, apoteker, dan profesi kesehatan lainnya.
  • Where?
    Petugas yang terpilih akan bertugas melayani jemaah di Arab Saudi, termasuk sektor, klinik, dan bandara.
  • When?
    Pengumuman disampaikan Selasa (18/8/2026). Pendaftaran mandiri dibuka 20 Agustus 2026 dan ditutup 26 Agustus 2026.
  • Why?
    Seleksi bertujuan menjaring petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan kemampuan bekerja di lapangan untuk melayani jemaah.
  • How?
    Kandidat mengikuti seleksi administrasi, CAT, dan MCU. Pelamar wajib memenuhi persyaratan usia, pengalaman kerja, kesiapan fisik, serta kompetensi profesi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?
Vote Now

Kemenhaj membuka seleksi untuk tenaga kesehatan yang mau membantu jemaah haji di Arab Saudi. Dokter, perawat, apoteker, dan tenaga lain bisa ikut jika memenuhi syarat. Mereka harus sehat, punya pengalaman kerja, dan siap bekerja cepat. Pendaftaran mulai 20 Agustus 2026, lalu ada tes dan pemeriksaan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?
Vote Now

Pembukaan seleksi ini memberi ruang bagi tenaga kesehatan dari berbagai profesi untuk mengabdikan kompetensinya dalam pelayanan jemaah haji. Persyaratan pengalaman, kesiapan fisik, kompetensi klinis, dan tahapan seleksi yang disebut transparan menunjukkan kebutuhan petugas disiapkan untuk menghadapi kondisi kerja yang cepat dan dinamis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?
Vote Now

Jakarta, IDN Times — Menjadi petugas kesehatan di Tanah Suci bukanlah sekadar menjalankan profesi medis biasa, melainkan sebuah panggilan pengabdian dan amanah yang sangat mulia. Menyambut musim haji tahun depan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI secara resmi telah mengumumkan pembukaan Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan untuk operasional tahun 1448 H/2027 M. Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (18/8/2026), menjadi pembuka jalan bagi para pahlawan medis Tanah Air untuk mengabdikan diri melayani para Tamu Allah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa pencarian nakes ini bertujuan untuk menjaring individu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan empati yang mendalam. Kemenhaj mencari sosok-sosok yang siap mengesampingkan kenyamanan pribadi demi memastikan kesehatan fisik dan mental para jemaah terjaga selama berada di Arab Saudi.

1. Membutuhkan fisik prima dan mental baja

Seorang petugas haji membantu jemaah lansia asal Kota Malang yang baru tiba di Madinah bersama Kloter SUB-12 pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Kondisi lapangan di Arab Saudi yang penuh sesak dan dinamis menuntut kesiapan mental yang luar biasa. Oleh karena itu, syarat yang ditetapkan bagi para pelamar dirancang sangat komprehensif. Selain harus sehat jasmani dan rohani, calon petugas diwajibkan melek teknologi, tangkas mengoperasikan gawai berbasis Android maupun iOS, serta diutamakan memiliki kecakapan berbahasa Arab atau Inggris.

Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani Pramudya, menjabarkan rincian formasi yang disiapkan, meliputi PPIH Kesehatan Kloter serta PPIH Kesehatan Arab Saudi yang akan bersiaga di sektor, klinik, hingga bandara. Formasi ini membidik beragam profesi vital, mulai dari dokter spesialis, perawat, apoteker, tenaga vokasi farmasi, elektromedis, tenaga laboratorium, radiografer, hingga tenaga pencegahan infeksi dan perekam medis.

2. Syarat usia dan kompetensi di bidangnya

Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf melakukan kunjungan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) (Dok. MCH 2026)

Batasan usia pun telah disesuaikan dengan ritme beban kerja. Bagi tenaga kesehatan kloter, usia dibatasi pada rentang 25 hingga 57 tahun. Sementara untuk nakes yang akan ditempatkan di sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), rentang usianya berada di angka 27 hingga 55 tahun. Seluruh kandidat wajib memiliki rekam jejak pengalaman kerja minimal dua tahun di bidang peminatannya.

“Petugas kesehatan harus memiliki kesiapan klinis dan kemampuan merespons kondisi kegawatdaruratan, serta membantu tugas-tugas administratif. Kompetensi profesi, pengalaman kerja, kesiapan fisik, dan kemampuan bekerja dalam situasi cepat sangat dibutuhkan dalam pelayanan jemaah,” urai Dani menjabarkan tingginya ekspektasi terhadap para calon petugas. Khusus bagi profesi dokter, perawat, dan apoteker, kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) yang masih berlaku menjadi syarat mutlak, ditambah sertifikat kegawatdaruratan bagi dokter dan perawat.

3. Linimasa perjuangan menuju Tanah Suci

Ilustrasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan (Dok. Kemenhaj / MCH 2026)

Bagi para tenaga medis yang merasa terpanggil untuk menyumbangkan tenaganya, pendaftaran secara mandiri akan mulai dibuka pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kesempatan untuk mengunggah dokumen persyaratan akan ditutup pada 26 Agustus 2026.

Kandidat yang berhasil melewati saringan administrasi akan dihadapkan pada ujian kompetensi melalui Computer Assisted Test (CAT) pada 31 Agustus 2026, yang kemudian disusul dengan tahap Medical Check Up (MCU) pada rentang tanggal 3 hingga 8 September 2026. Nama-nama pahlawan medis yang lolos ke tahap pendidikan dan pelatihan akan diumumkan secara resmi pada 15 September 2026.

Di akhir pesannya, Puji Raharjo menitipkan sebuah renungan bagi siapa saja yang berniat mendaftar. “Menjadi petugas haji adalah amanah pelayanan. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” pungkasnya. Sebuah pengingat bahwa gelar petugas haji adalah tentang seberapa ikhlas seseorang menundukkan lelahnya demi menopang langkah jemaah menuju kemabruran.

Pilih persiapan utama untuk menjadi nakes haji

Menurutmu, apa bekal terpenting bagi nakes haji?

See More
Kompetensi dan pengalaman kerja
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Kesiapan fisik dan mental

Editorial Team

Related Article