Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seloroh Dino di INZS 2026: Saya Lebih Dikenal Sebagai Wamenlu 3 Bulan
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Dino Patti Djalal berseloroh soal dikenal sebagai Wamenlu tiga bulan, menegaskan tak tersinggung kritik Seskab Teddy, serta menilai aspirasi publik perlu diperhatikan langsung pemerintah.
  • Pada INZS 2026, Dino mendukung proyek PLTS 100 gigawatt yang disebut akan memulai percontohan dalam dua pekan dan masih menunggu perpres Presiden Prabowo.
  • Dino meminta pemerintah mencegah deforestasi Papua untuk proyek food estate, serta melindungi hutan gambut dan mangrove karena risikonya bagi ekonomi, sosial, dan emisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dino Patti Djalal bercanda di acara di Jakarta. Ia bilang banyak orang mengenalnya sebagai wakil menteri luar negeri selama tiga bulan. Orang-orang tertawa. Dino juga mendukung rencana listrik dari matahari yang akan dimulai dua minggu lagi. Ia minta pemerintah jangan menebang hutan di Papua, mangrove, dan gambut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik saat pembukaan Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta Selatan pada Sabtu (1/8/2026). Ketua dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal selaku tuan rumah mengenalkan diri sebagai mantan Wakil Menteri Luar Negeri selama tiga bulan. Ia menjabat sebagai Wamenlu pada periode 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014.

"Nama saya Dino Patti Djalal. Bagi yang belum kenal saya, belakangan ini saya lebih banyak dikenal sebagai Wakil Menlu tiga bulan," ungkap Dino tersenyum dan direspons riuh hadirin di Ballroom Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Dua tamu dari pemerintahan hadir dan menyaksikan kalimat yang disampikan Dino di sesi pembukaan tersebut. Keduanya adalah Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analis kebijakan, Dirgayuza Setiawan dan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat.

Periode masa kerja Dino tersebut diungkit oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk merespons video kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dino ketika itu mengkritik kebijakan Prabowo yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Berdasarkan catatan publik, sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo sudah melakukan lawatan ke luar negeri sekitar 56 kali.

Volume lawatan ke luar negeri yang terlalu tinggi itu dinilai publik bertolak belakang dengan kebijakan Prabowo yang mengklaim pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.

Di sisi lain, Dino mengaku bersyukur dikenal sebagai Wamenlu tiga bulan. Gara-gara jabatan singkat itu, penjual di warung sering kali berempati ke dirinya.

"Jadi, kalau saya ke warung, ibu-ibu yang jaga kasih saya makan yang enak-enak karena kasihan," imbuhnya.

1. Dino mengaku tidak tersinggung dengan pernyataan Wamenlu tiga bulan

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal. (IDN Times/Santi Dewi)

IDN Times sempat menanyakan kepada Dino apakah ia tersinggung dengan pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya, ia menepisnya. Ia mengaku tidak pernah mengambil pusing kritik yang dialamatkan ke dirinya.

"Saya tidak pernah merasa tersinggung karena saya tidak pernah take things personally," ujarnya di kantor FPCI, Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam pandangannya, responsnya terhadap kebijakan pemerintah yang disampaikan lewat platform media sosial pribadinya membuka banyak mata publik. Narasi para pendengung mengenai suatu kebijakan, kata Dino, akhirnya tenggelam dengan opini orisinal dari publik.

"Opini publik itu nyata, mereka punya aspirasi, nurani (conscience) yang benar-benar harus diperhatikan oleh kekuasaan. Menurut saya, peran buzzer itu tidak sehat bagi demokrasi. Ada hal-hal yang perlu dijelaskan secara langsung oleh pemerintah saja," kata mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

2. FPCI dukung proyek PLTS 100 gigawatt yang segera diluncurkan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Sementara, di pembukaan INZS 2026, Dino menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surga (PLTS) 100 gigawatt. Dino mengaku sudah berbicara dengan Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analis kebijakan, Dirgayuza Setiawan, proyek itu akan diresmikan Prabowo dalam dua pekan ke depan. Program ini sangat penting lantaran salah satu contoh langkah untuk mengurangi emisi.

"(Proyek) ini harus segera dijalankan. Saya yakin Presiden Prabowo serius mengenai hal ini. Yuza baru saja menunjukkan ke saya, proyek percontohan pertama (PLTS) akan diresmikan dalam dua minggu ke depan," ungkap Dino dalam Bahasa Inggris di Jakarta hari ini.

"Proyek ini harus segera terwujud meski sulit. Tetapi China berhasil membangun pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt hanya dalam kurun waktu enam bulan. Sedangkan Indonesia berpeluang besar mencapai itu dalam waktu tiga hingga empat tahun," imbuhnya.

Saat ini, kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) tersebut, proyek tersebut tinggal menunggu perpres yang diteken oleh Prabowo. Ia menyebut calon investor akan semakin yakin terhadap Indonesia bila proyek PLTS 100 gigawatt itu tetap terwujud meskipun kondisi perekonomian tengah tidak baik-baik saja.

"Dana ESG (Environmental, Social and Governance) akan mengalir masuk ke Indonesia," tutur dia.

3. Dino minta hutan di Papua tidak ditebang

Ilustrasi peta Papua. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dino juga meminta pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian hutan di Papua. Pria yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri itu mengingatkan pemerintahan Prabowo Subianto biaya mahal yang harus dibayar bila deforestasi dibiarkan terjadi di Bumi Cendrawasih.

"Jika kita melakukan penebangan hutan di Papua, simpanan di bidang industri, transportasi dan energi akan hilang. Deforestasi Papua sangat berbahaya secara ekonomis, sosial dan melepas lebih banyak gas emisi ke udara," ujarnya.

Jangan biarkan hal itu terjadi (deforestasi di Papua)," imbuhnya.

Hutan di Papua yang dirujuk Dino berlokasi di Wanam untuk dialihkan menjadi proyek lumbung pangan (food estate). Pemerintah siap melepas 451 ribu hektare kawasan hutan di Papua untuk mewujudkan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.

Selain hutan di Papua, Dino turut meminta Prabowo agar juga melindungi keberadaan hutan mangrove dan kawasan hutan gambut. Ia ikut menyinggung capaian penting di era kepemimpinan Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo yang mengklaim deforestasi mengalami penurunan hingga 85 persen.

"Lindungi hutan, kawasan gambut, dan hutan mangrove kita. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, berhasil menurunkan deforestasi hingga 85 persen. Itu diakui oleh dunia internasional. Kita harus pertahankan momentum itu," tutur dia.

Meskipun klaim itu dibantah oleh kelompok masyarakat sipil seperti Greenpeace Indonesia. Dalam catatan mereka, di bawah kepemimpinan Jokowi, tingkat pembabatan hutan meningkat 2,45 juta hektare pada periode 2003 hingga 2011.

Curated For You

Editorial Team

Related Article