Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik saat pembukaan Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta Selatan pada Sabtu (1/8/2026). Ketua dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal selaku tuan rumah mengenalkan diri sebagai mantan Wakil Menteri Luar Negeri selama tiga bulan. Ia menjabat sebagai Wamenlu pada periode 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014.
"Nama saya Dino Patti Djalal. Bagi yang belum kenal saya, belakangan ini saya lebih banyak dikenal sebagai Wakil Menlu tiga bulan," ungkap Dino tersenyum dan direspons riuh hadirin di Ballroom Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Dua tamu dari pemerintahan hadir dan menyaksikan kalimat yang disampikan Dino di sesi pembukaan tersebut. Keduanya adalah Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analis kebijakan, Dirgayuza Setiawan dan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat.
Periode masa kerja Dino tersebut diungkit oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk merespons video kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dino ketika itu mengkritik kebijakan Prabowo yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Berdasarkan catatan publik, sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo sudah melakukan lawatan ke luar negeri sekitar 56 kali.
Volume lawatan ke luar negeri yang terlalu tinggi itu dinilai publik bertolak belakang dengan kebijakan Prabowo yang mengklaim pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Di sisi lain, Dino mengaku bersyukur dikenal sebagai Wamenlu tiga bulan. Gara-gara jabatan singkat itu, penjual di warung sering kali berempati ke dirinya.
"Jadi, kalau saya ke warung, ibu-ibu yang jaga kasih saya makan yang enak-enak karena kasihan," imbuhnya.
