Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sinergi Pelindo dan BUMN Hadirkan TJSL Terintegrasi di Raja Ampat
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II (23/04). (Dok. Pelindo)
  • Pelindo bersama 14 BUMN meluncurkan Program Kolaborasi TJSL Tahap II di Raja Ampat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T melalui pendekatan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
  • Program ini mencakup penyediaan listrik desa, peningkatan fasilitas pendidikan, pendampingan ekonomi masyarakat, serta konservasi lingkungan lewat penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang.
  • Kolaborasi lintas BUMN ini menegaskan komitmen menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekaligus memperkuat implementasi TJSL yang terukur, terarah, dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Peluncuran Program Kolaborasi TJSL BUMN Tahap II yang berfokus pada konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Raja Ampat.
  • Who?
    PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara, dengan dukungan pejabat seperti Edi Eko Cahyono dan Hendri Ginting.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pulau Manyaifun, Pulau Mutus, dan Pulau Yefkabu, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
  • When?
    Program diluncurkan pada 23 April 2024 sebagai bagian dari tahap kedua pelaksanaan kolaborasi TJSL BUMN di wilayah tersebut.
  • Why?
    Untuk memperkuat efektivitas program tanggung jawab sosial melalui pendekatan terintegrasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • How?
    Melalui sinergi antar-BUMN dengan intervensi strategis seperti penyediaan listrik desa, peningkatan sarana pendidikan, pendampingan ekonomi masyarakat, serta kegiatan konservasi mangrove dan rehabilitasi terumbu karang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II (23/04).

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BUMN dalam mendorong pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

1. Upaya memperkuat efektivitas program TJSL melalui pendekatan multiintervensi

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Kolaborasi TJSL BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat Tahap II (23/04). (Dok. Pelindo)

Direktur TJSL dan Keberlanjutan Badan Penganturan (BP) BUMN, Edi Eko Cahyono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat efektivitas program TJSL melalui pendekatan multiintervensi.

“Kolaborasi antar BUMN ini kami dorong untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan agar program semakin efektif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” ujar Edi.

Kegiatan dilaksanakan di Pulau Manyaifun, Pulau Mutus, dan Pulau Yefkabu, Kabupaten Raja Ampat, dengan berbagai intervensi strategis, antara lain penyediaan akses listrik desa, peningkatan sarana pendidikan dan fasilitas umum, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan ekonomi dan konservasi lingkungan.

2. Komitmen Pelindo dalam mendukung pembangunan di wilayah 3T

Pelindo Multi Terminal Edukasi Transportasi Ramah Lingkungan pada Murid SD (Dok. IDN Times)

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo, Hendri Ginting, menegaskan bahwa keterlibatan Pelindo dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.

“Program ini mencerminkan komitmen Pelindo bersama BUMN dalam mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat, khususnya di Raja Ampat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan serta dapat menjadi model implementasi TJSL terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah 3T lainnya,” kata Hendri.

Rangkaian kegiatan peluncuran turut diisi dengan peresmian bantuan, penyerahan simbolis kepada masyarakat, serta kegiatan penanaman mangrove bersama warga setempat.

Pada aspek lingkungan, program mencakup penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut. Sementara itu, pada aspek sosial dan ekonomi, program difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas serta penguatan kelembagaan lokal seperti kelompok sadar wisata dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

3. Kolaborasi ini melibatkan TJSL Pelindo dengan TJSL dari 14 BUMN

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas, Hardianto secara seremonial memberikan bantuan bagi anak yatim, pekerja bongkar muat dan warga sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kolaborasi ini melibatkan TJSL Pelindo dengan TJSL dari 14 BUMN, Melalui sinergi lintas BUMN ini akan memperkuat implementasi TJSL yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Pelindo bersama BUMN kolaborator menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (WEB)

Editorial Team