Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

11 Warga Prancis Ditahan di Thailand, Selundupkan Ganja

11 Warga Prancis Ditahan di Thailand, Selundupkan Ganja
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
  • Otoritas Thailand menahan sedikitnya 11 warga Prancis di sejumlah bandara internasional karena diduga menyelundupkan puluhan kilogram ganja dalam koper.

  • Para pemuda diduga direkrut lewat Snapchat dengan tawaran perjalanan gratis dan pekerjaan kurir ponsel, tanpa mengetahui koper mereka diduga berisi ganja.

  • Kejaksaan Prancis menyelidiki jaringan perekrutan lintas negara, sementara Kementerian Luar Negeri mengerahkan layanan konsuler untuk pendampingan hukum para tahanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Thailand menahan sedikitnya 11 warga negara Prancis atas dugaan penyelundupan puluhan kilogram ganja pada Senin (10/8/2026). Penangkapan dilakukan di sejumlah bandara internasional ketika para tersangka diduga membawa ganja dalam koper.

Para pemuda tersebut diduga direkrut jaringan penyelundup narkotika dengan tawaran perjalanan gratis ke Thailand. Pemerintah Prancis telah mengaktifkan layanan diplomatik untuk mendampingi warga negaranya yang menghadapi proses hukum.

  1. 1. Pemuda Prancis direkrut dengan tawaran liburan gratis

    Sejumlah pemuda Prancis diduga menjadi sasaran jaringan penyelundup melalui tawaran perjalanan gratis ke Thailand. Modus ini menyasar anak muda yang mencari tiket pesawat dan akomodasi gratis melalui media sosial.

    "Semua biaya ditanggung, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi di lokasi," kata seorang kerabat korban.

    Tawaran pekerjaan tersebut disebarkan melalui Snapchat oleh orang yang mengaku mengelola perusahaan perdagangan ponsel pintar. Para korban diminta membawa koper yang disebut berisi telepon genggam legal untuk dikirim ke Prancis.

    Para korban diduga tidak mengetahui bahwa koper yang diberikan kepada mereka telah diisi ganja. Mereka juga diyakinkan bahwa pekerjaan sebagai kurir tersebut legal dan tidak akan menimbulkan masalah hukum.

  2. 2. Polisi menyita puluhan kilogram ganja dari koper

    Kasus tersebut terungkap setelah petugas bea cukai memeriksa koper sejumlah penumpang di bandara. Salah satu koper yang diperiksa dalam kondisi terkunci dan para korban tidak mengetahui kombinasi kuncinya. Petugas kemudian menemukan 16,8 kilogram ganja di dalam koper tersebut.

    Para kerabat mengatakan para pemuda terkejut setelah mengetahui isi koper yang mereka bawa.

    Thailand menjadi salah satu jalur transit perdagangan narkotika di Asia Tenggara setelah aturan terkait ganja dilonggarkan pada 2022. Penyitaan ganja dalam jumlah besar dari bagasi penerbangan menuju Eropa juga dilaporkan meningkat.

  3. 3. Prancis beri pendampingan hukum

    Kejaksaan Prancis berfokus mengungkap jaringan yang merekrut para pemuda tersebut dan mengatur pengiriman narkotika lintas negara. Penyelidik juga menelusuri alur perekrutan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

    "Tujuan kami adalah mengidentifikasi penyelenggara dan jaringan yang terlibat serta memahami cara kerja operasi ini," kata perwakilan kejaksaan Prancis.

    Kementerian Luar Negeri Prancis telah mengerahkan layanan konsuler di Thailand. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga Prancis yang ditahan mendapat pendampingan sesuai hak hukum mereka.

    Otoritas Eropa juga meningkatkan pengawasan terhadap pengiriman ganja dari Asia Tenggara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah jaringan penyelundup mengeksploitasi wisatawan muda melalui tawaran perjalanan atau pekerjaan palsu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More