Rusia Ultimatum Inggris usai Pasok Drone ke Ukraina

- Rusia menuduh Inggris memperbesar eskalasi konflik setelah drone buatannya dilaporkan dipakai Ukraina menyerang wilayah Rusia, serta memperingatkan London akan menghadapi konsekuensi.
- Inggris menegaskan dukungan penuh bagi Ukraina untuk mempertahankan diri dari invasi Rusia, dengan total bantuan sekitar 25 miliar poundsterling sejak 2022, termasuk 16 miliar poundsterling bantuan militer.
- Laporan penggunaan drone Inggris muncul di tengah serangan timbal balik: serangan Ukraina menewaskan sembilan orang di Rusia, sementara serangan Rusia menewaskan sedikitnya tujuh orang di Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Rusia menuduh Inggris sengaja meningkatkan eskalasi di Ukraina setelah muncul laporan bahwa drone buatan Inggris digunakan dalam serangan di wilayah Rusia. Moskow pun memperingatkan bahwa London akan menghadapi konsekuensi atas tindakannya tersebut.
“Dengan melakukan hal tersebut, Inggris bertindak sebagai kaki tangan dan turut bertanggung jawab atas kejahatan berdarah serta serangan teroris. Langkah-langkah yang diambil London tidak akan terlepas dari konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkannya,” kata Kedutaan Besar Rusia untuk Inggris dalam pernyataan pada Senin (17/8/2026), dikutip BBC.
Pihaknya menambahkan bahwa semakin besar keterlibatan Inggris dalam konflik Rusia-Ukraina, maka semakin tinggi pula harga yang harus dibayar negara tersebut.
1. Inggris nyatakan dukungan penuh untuk Ukraina

bendera Inggris (unsplash.com/Rodrigo Santos) Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan komitmen negara tersebut dalam mendukung Ukraina. Ia mengatakan bahwa Inggris selalu siap menyediakan peralatan yang dibutuhkan Ukraina guna mempertahankan diri dari invasi Rusia.
"Rusia tidak perlu meragukan tekad pemerintah ini untuk melawan agresi Rusia, baik di Ukraina maupun terhadap Inggris dan sekutu-sekutu kami," demikian pernyataan juru bicara tersebut.
Dilansir Le Monde, Inggris merupakan salah satu pendukung terkuat Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022. Inggris sendiri telah mengalokasikan bantuan senilai sekitar 25 miliar poundsterling (sekitar Rp589 triliun), termasuk 16 miliar poundsterling (sekitar Rp386 triliun) untuk bantuan militer, kepada Ukraina.
2. Drone yang digunakan Ukraina merupakan hasil buatan dua perusahaan Inggris

seorang tentara memegang drone (Максим Суботін, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons) Peringatan Rusia ini muncul setelah surat kabar The Sunday Times melaporkan bahwa drone buatan dua perusahaan Inggris telah digunakan dalam serangan terhadap target-target militer dan industri di wilayah Rusia, termasuk kilang minyak dan gudang milik perusahaan ritel daring Wildberries.
Perusahaan yang dikenal sebagai Amazon versi Rusia tersebut telah beberapa kali menjadi sasaran serangan Ukraina. Kiev mengklaim bahwa 7 dari 10 pusat logistik terbesar Wildberries telah dilumpuhkan.
Seorang pejabat militer juga mengonfirmasi adanya penggunaan drone buatan Inggris dalam serangan-serangan tersebut, yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga lebih dari 35 miliar poundsterling (sekitar Rp845 triliun).
3. Rusia dan Ukraina terus saling serang

seorang tentara memegang drone (Maxim Subotin, CC0, via Wikimedia Commons) Sedikitnya sembilan orang tewas dan 23 lainnya terluka dalam serangan terbaru Ukraina terhadap Rusia pada Senin. Sebelumnya, pada Sabtu (15/8/2026) malam, Ukraina juga meluncurkan sekitar 822 drone ke arah Rusia, dengan 600 di antaranya menyasar Moskow. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah Rusia.
Pada malam yang sama, serangan Rusia terhadap Ukraina menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 39 lainnya. Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina usai meluncurkan invasi skala penuh ke negara tersebut pada 2022.



















