Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Evaluasi Data Disorot
Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Kasus meninggalnya Mandala Rizky Saputra, siswa SMK di Samarinda, viral setelah diduga akibat sepatu kekecilan dan memicu perhatian serius dari KemenPPPA untuk evaluasi menyeluruh.
  • KemenPPPA menyoroti perlunya penelusuran kendala administrasi serta akses bantuan sosial agar keluarga rentan seperti MRS tidak terlewat dalam program perlindungan anak.
  • Pemerintah fokus memperkuat sistem pencegahan melalui kolaborasi masyarakat, perangkat desa, dan penguatan Satuan Pendidikan Ramah Anak serta inisiatif Ruang Bersama Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Mei 2026

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan perlunya evaluasi menyeluruh atas kasus meninggalnya siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra.

kini

Kasus kematian MRS masih menjadi sorotan publik. Pemerintah menekankan penguatan sistem pencegahan dan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang siswa SMK Negeri 4 Samarinda bernama Mandala Rizky Saputra meninggal dunia, diduga akibat pembengkakan kaki setelah mengenakan sepatu yang kekecilan.
  • Who?
    Korban adalah Mandala Rizky Saputra, siswa SMK Negeri 4 Samarinda. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi turut menyoroti kasus ini.
  • Where?
    Kejadian terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, sementara pernyataan resmi disampaikan di Jakarta oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  • When?
    Pernyataan dari Menteri Arifah Fauzi disampaikan pada Selasa, 5 Mei 2026. Waktu pasti kejadian meninggalnya korban masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Dugaan awal menyebutkan korban mengalami pembengkakan kaki karena sepatu yang kekecilan. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas juga menjadi perhatian pemerintah.
  • How?
    Pemerintah melalui KemenPPPA akan melakukan evaluasi menyeluruh, menelusuri kendala administrasi dan akses bantuan sosial, serta memperkuat sistem pencegahan perlindungan anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak sekolah namanya Mandala Rizky Saputra yang meninggal karena katanya pakai sepatu kekecilan sampai kakinya bengkak. Bu Arifah dari kementerian bilang ini harus dicek semuanya supaya tahu kenapa bisa begitu. Katanya keluarga anak itu susah dan perlu dibantu. Sekarang pemerintah mau bikin perlindungan anak lebih kuat biar tidak kejadian lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa ini menyedihkan, respons pemerintah menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan anak. Evaluasi menyeluruh yang melibatkan berbagai kementerian menandakan keseriusan dalam memperbaiki sistem sosial dan pendidikan. Upaya memperkuat Satuan Pendidikan Ramah Anak serta inisiatif Ruang Bersama Indonesia mencerminkan langkah nyata menuju lingkungan yang lebih peduli dan inklusif bagi setiap anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kasus meninggalnya Mandala Rizky Saputra (MRS), siswa SMK Negeri 4 Samarinda, viral di media sosial setelah muncul informasi bahwa korban diduga mengalami pembengkakan kaki akibat mengenakan sepatu yang kekecilan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Arifah Fauzi mengatakan, perlu ada evaluasi menyeluruh pada kasus tersebut.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius dan karena itu perlu dievaluasi secara menyeluruh,” kata Arifah dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

1. Perlu penelusuran soal kendala administrasi hingga bansos

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Dia menyebut, penelusuran harus mencakup berbagai aspek, termasuk kemungkinan kendala administrasi kependudukan yang membuat keluarga tidak terdata dalam DTSEN. Selain itu, akses terhadap bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP) juga perlu ditelusuri.

“Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait guna memastikan ketepatan sasaran program perlindungan sosial bagi anak” kata dia.

2. Soroti kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan

Menteri PPPA Arifah Fauzi di acara Dies Natalis ke-45 FISIP USU, Sabtu (8/11/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Arifah mengatakan, kasus ini sangat menyayat hati karena ada anak-anak Indonesia yang harus berjuang dalam keterbatasan demi memperoleh hak pendidikannya.

"Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan, ananda MRS tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk terus bersekolah. Semangat tersebut mencerminkan ketangguhan dalam mengejar cita-cita dengan berbagai keterbatasan meski akhirnya berakhir pilu," kata dia.

3. Penguatan sistem pencegahan jadi fokus utama

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi meninjau posko bencana banjir di Padang. (Dok. KemenPPPA)

Selain penanganan kasus, penguatan sistem pencegahan juga menjadi fokus. Pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan masyarakat, dalam memastikan perlindungan anak berjalan optimal. Penguatan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami juga terus mendorong penguatan inisiatif Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai wadah kolaborasi masyarakat dalam memastikan pemenuhan hak anak. Melalui RBI, diharapkan tidak ada lagi anak yang luput dari perhatian dan pengawasan dalam hal kesejahteraan dan perlindungannya,” kata dia.

Editorial Team