Jakarta, IDN Times - Persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan peta yang menarik. Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi, tetapi keunggulannya atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbilang tipis.
Temuan tersebut berdasarkan survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli-3 Agustus 2026. Dalam simulasi top of mind, Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen, sementara Dedi Mulyadi menyusul dengan 21,7 persen.
Selisih hanya 1,7 persen ini menunjukkan persaingan elektoral masih terbuka. Bahkan, dalam simulasi tanpa daftar nama tersebut, Dedi Mulyadi mampu menempel ketat Prabowo yang saat ini masih menjabat sebagai presiden.
