Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei: Generasi Muda Terpaksa Akali Aturan karena Sistem Lamban
Ilustrasi Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027. (Dokumentasi IDN Times)
  • Riset IMGR 2027 menunjukkan generasi milenial dan gen Z masih menjunjung nilai antikorupsi, namun sering terpaksa mencari jalan alternatif karena sistem birokrasi publik yang lamban dan tidak efisien.
  • Sebagian besar responden mengalami normalisasi perilaku melanggar aturan; 41 persen merasa netral dan hanya dua persen menyesal, menandakan konflik moral terhadap pelanggaran mulai berkurang.
  • Meskipun begitu, separuh responden tetap memilih jalur resmi demi menjaga integritas, menegaskan bahwa perbaikan institusi publik menjadi kunci agar nilai kejujuran tetap terjaga di kalangan muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2023

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei yang menunjukkan isu kepemimpinan jujur dan antikorupsi menjadi perhatian utama generasi muda.

17 Juni 2026

Bagian pembuka laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 dikutip oleh media, menyoroti arah pergerakan nilai dan perilaku generasi muda di Indonesia.

17 sampai 18 Juni 2026

IDN menggelar Indonesia Summit 2026 di Jakarta dengan tema 'The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age' serta meluncurkan laporan IMGR 2027 yang memotret aspirasi milenial dan gen Z.

IMGR 2027

Laporan riset IDN Research Institute ini mengungkap perilaku adaptif generasi muda terhadap sistem birokrasi yang lamban, termasuk kecenderungan mencari jalur alternatif dalam pelayanan publik.

kini

Generasi milenial berusia 30–45 tahun dan gen Z berusia 14–29 tahun menghadapi tantangan ekonomi serta institusi yang lamban, namun tetap mempertahankan nilai integritas tinggi meski sering harus beradaptasi dengan sistem yang tidak ideal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Anak muda di Indonesia suka jujur dan tidak mau korupsi, tapi sering susah karena aturan pemerintah lama dan ribet. Kadang mereka pilih jalan cepat supaya urusan selesai, misalnya waktu buat SIM. Ada yang merasa bersalah, tapi banyak juga yang sudah biasa. Sekarang banyak anak muda masih mau ikut aturan kalau sistemnya adil dan cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Temuan dalam IMGR 2027 menunjukkan sisi optimistis dari generasi muda Indonesia yang tetap memegang nilai antikorupsi dan integritas, meski dihadapkan pada sistem birokrasi yang lamban. Sikap adaptif mereka bukan bentuk menyerah, melainkan strategi sadar untuk bertahan dan mencari solusi praktis tanpa kehilangan keyakinan terhadap pentingnya kejujuran serta perubahan yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Generasi muda yang masuk golongan usia milenial dan gen Z masih menunjukkan perilaku antikorupsi yang cukup tinggi dibandingkan individu dengan usia yang lebih senior. Sayangnya, realita yang ditemui dalam hal pelayanan publik sering kali tak sesuai ekspektasi dan jauh dari kata ideal. Kondisi seperti prosedur birokrasi yang lamban, berbelit-belit, dan hasil yang tak pasti kerap membuat mereka goyah.

Ini merupakan bagian dari temuan riset Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 yang dapat diunduh publik secara gratis. Riset tersebut dilakukan oleh IDN Research Institute dengan melibatkan responden dari sembilan wilayah di seluruh Indonesia. Riset dilakukan menggunakan metode kombinasi survei kuantitatif, wawancara kualitatif yang mendalam dan triangulasi sistematis dengan data sekunder berskala nasional.

Tema besar IMGR 2027 yakni 'Memahami dan Mengungkap Perilaku, Tantangan dan Peluang'. Berdasarkan dari tahun kelahiran, maka yang dikelompokan ke dalam milenial kini telah berusia 30 tahun hingga 45 tahun. Sementara, gen Z kini memasuki rentang usia 14 tahun hingga 29 tahun.

Kedua kelompok usia itu menghadapi tantangan serupa saat ini, yakni penurunan kelas menengah, pasar kerja yang lebih menghargai fleksiblitas ketimbang loyalitas, harga rumah yang semakin tak terjangkau dan institusi yang geraknya cenderung lamban.

"Laporan ini tidak menyederhanakan apa yang mereka lakukan. Kami bertanya soal apa dan mengapa, sehingga dapat mengetahui ke mana Indonesia kini bergerak," demikian bagian pembuka IMGR 2027 seperti dikutip pada Rabu (17/6/2026).

IDN Research Institute juga mengungkap di setiap bab di dalam laporan terdapat satu kata yang menjadi benang merah yakni adaptasi. "Bukan adaptasi sebagai kekalahan, melainkan adaptasi sebagai strategi yang sadar, disengaja untuk tumbuh dan bertahan hidup," demikian temuan IDN Research Institute.

1. Generasi muda cari jalan alternatif karena sistem yang buruk

Ilustrasi Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027. (Dokumentasi IDN Times)

Isu antikorupsi menjadi cukup penting bagi kelompok usia milenial dan gen Z. Hal itu diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) 2023 lalu yang menunjukkan isu kepemimpinan yang jujur dan anti terhadap korupsi menjadi perhatian mereka. Sebanyak 15,9 persen responden dari survei CSIS menganggap pemberantasan korupsi sebagai isu yang penting.

Namun, kesadaran itu sering kali berbenturan dengan realita sistem yang dianggap lamban, rumit dan tak memberikan kepastian hasil. Kondisi ini menciptakan paradoks generasi muda mengetahui jalur yang benar, tetapi pada praktiknya kerap terdorong untuk mencari jalan alternatif demi efisiensi.

"Dengan kata lain, persoalan yang muncul bukan karena rendahnya moralitas individu, melainkan karena adanya ketidaksesuaian antara nilai yang diyakini dengan mekanisme yang tersedia dalam sistem. Ketika prosedur formal tak mampu menjawab kebutuhan masyaraka secara cepat dan efektif, maka muncul kecenderungan untuk mengabaikan jalur resmi meskipun secara prinsip dianggap lebih benar," demikian temuan yang tertulis di IMGR 2027.

Satu praktik di mana generasi muda terpaksa menempuh jalan lain yang lebih cepat, yakni ketika mengurus surat izin mengemudi (SIM). Sering kali mereka yang mengikuti jalur sesuai ketentuan gagal lulus uji SIM.

Ketika ditanyakan alasan mereka menempuh jalur alternatif ketimbang mengikuti aturan yang ada, 57,5 persen responden menjawab jalur resmi membutuhkan waktu lebih lama. Sebanyak 31 persen responden menilai risiko yang terlalu besar seandainya mengikuti prosedur. Sedangkan, 29,9 persen orang-orang di sekitar responden turut menempuh jalur yang praktis.

Temuan menarik dari IMGR 2027 bab ini, yaitu 60 persen gen Z mengaku mungkin menggunakan jalur alternatif tanpa sadar. Temuan itu mengindikasikan bahwa perilaku menyimpang dari prosedur formal tak selalu berangkat dari niat buruk. Namun, lebih sering merupakan bentuk adaptasi terhadap sistem yang dianggap tidak efektif.

2. Kelompok muda sempat alami konflik moral ketika melanggar aturan

Ilustrasi Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027. (Dokumentasi IDN Times)

Temuan lainnya dari riset mengenai moralitas publik, yaitu munculnya proses normalisasi terhadap perilaku yang sebelumnya dianggap tidak ideal. Sebanyak 41 persen responden mengaku merasa netral atau sudah terbiasa ketika harus menggunakan jalan alternatif. Sementara, 32 persen merasa tidak nyaman tetapi merasa tak memiliki pilihan lain.

Hanya dua persen yang menyatakan penyesalan setelah melakukannya. Angka ini menunjukkan, konflik moral yang dahulu mungkin menimbulkan rasa bersalah kini mulai berkurang. Sebab, praktik tersebut dianggap bagian dari realitas sehari-hari.

"Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengikis standar moral publik dan memperlemah budaya kepatuhan terhadap aturan," demikian isi riset IMGR 2027.

3. Nilai integritas masih dipegang kaum muda

Ilustrasi Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027. (Dokumentasi IDN Times)

Meski begitu, harapan belum sepenuhnya hilang. Sebab, 50 persen responden tetap memilih jalur resmi. Ketika ditanya penyebabnya, karena tak ingin menjadi bagian dari masalah yang sama. Temuan ini menunjukkan, nilai integritas masih kuat di kalangan generasi muda.

Oleh karena itu, tantangan utama bukanlah membangun moralitas baru, melainkan memperbaiki kualitas institusi dan pelayanan publik agar sejalan dengan nilai-nilai yang sudah diyakini oleh masyarakat.

"Ketika sistem mampu bekerja secara adil, cepat dan transparan, maka kecenderungan untuk mencari jalan alternatif akan berkurang dengan sendirinya," demikian isi riset IMGR 2027.

Sebagai bagian dari pemetaan tersebut, IDN menggelar Indonesia Summit 2026 bertema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age" yang berlangsung di Jakarta pada 17 sampai 18 Juni 2026. Dalam forum itu, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027, yang memotret aspirasi serta nilai-nilai yang membentuk cara pandang milenial dan gen Z di Indonesia.

Editorial Team

Related Article