Jakarta, IDN Times - Generasi muda yang masuk golongan usia milenial dan gen Z masih menunjukkan perilaku antikorupsi yang cukup tinggi dibandingkan individu dengan usia yang lebih senior. Sayangnya, realita yang ditemui dalam hal pelayanan publik sering kali tak sesuai ekspektasi dan jauh dari kata ideal. Kondisi seperti prosedur birokrasi yang lamban, berbelit-belit, dan hasil yang tak pasti kerap membuat mereka goyah.
Ini merupakan bagian dari temuan riset Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 yang dapat diunduh publik secara gratis. Riset tersebut dilakukan oleh IDN Research Institute dengan melibatkan responden dari sembilan wilayah di seluruh Indonesia. Riset dilakukan menggunakan metode kombinasi survei kuantitatif, wawancara kualitatif yang mendalam dan triangulasi sistematis dengan data sekunder berskala nasional.
Tema besar IMGR 2027 yakni 'Memahami dan Mengungkap Perilaku, Tantangan dan Peluang'. Berdasarkan dari tahun kelahiran, maka yang dikelompokan ke dalam milenial kini telah berusia 30 tahun hingga 45 tahun. Sementara, gen Z kini memasuki rentang usia 14 tahun hingga 29 tahun.
Kedua kelompok usia itu menghadapi tantangan serupa saat ini, yakni penurunan kelas menengah, pasar kerja yang lebih menghargai fleksiblitas ketimbang loyalitas, harga rumah yang semakin tak terjangkau dan institusi yang geraknya cenderung lamban.
"Laporan ini tidak menyederhanakan apa yang mereka lakukan. Kami bertanya soal apa dan mengapa, sehingga dapat mengetahui ke mana Indonesia kini bergerak," demikian bagian pembuka IMGR 2027 seperti dikutip pada Rabu (17/6/2026).
IDN Research Institute juga mengungkap di setiap bab di dalam laporan terdapat satu kata yang menjadi benang merah yakni adaptasi. "Bukan adaptasi sebagai kekalahan, melainkan adaptasi sebagai strategi yang sadar, disengaja untuk tumbuh dan bertahan hidup," demikian temuan IDN Research Institute.
