Winston Utomo Ajak Anak Muda Tetap Optimistis pada Indonesia

- Winston Utomo mengajak generasi muda tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia meski menghadapi tantangan global, menekankan pentingnya melihat kesulitan sebagai peluang untuk bertumbuh.
- Ia menyoroti potensi besar 194 juta Milenial dan Gen Z yang menjadi modal menuju Indonesia Emas 2045 serta peran industri kreatif sebagai penggerak ekonomi masa depan.
- Dalam Indonesia Summit 2026, Winston menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan industri untuk menciptakan masa depan bersama, sekaligus meluncurkan survei nasional tentang aspirasi anak muda.
Jakarta, IDN Times - Founder dan CEO IDN, Winston Utomo, mengajak generasi muda untuk tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Indonesia Summit 2026 by IDN yang digelar bertepatan dengan perayaan 12 tahun perjalanan IDN di Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).
Dalam pidatonya, Winston menilai optimisme menjadi sikap penting di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Menurut dia, optimisme bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang ada, melainkan melihat tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh.
“Di tengah dunia yang terus mencari alasan untuk pesimis, kita berkumpul hari ini untuk satu alasan yang berbeda untuk percaya pada Indonesia,” kata Winston.
Winston kemudian mengutip konsep stockdale paradox, yakni kemampuan untuk tetap memiliki keyakinan terhadap masa depan sambil berani menghadapi kenyataan yang sulit.
Dia mengajak seluruh peserta Indonesia Summit 2026 untuk memilih tetap optimistis terhadap Indonesia.
“Optimisme bukan menutup mata dari kenyataan, melainkan memilih untuk melihat tantangan sebagai peluang, bukan hambatan,” ujar dia.
Menurut Winston, salah satu alasan utama untuk optimistis adalah besarnya potensi generasi muda Indonesia.
Berdasarkan riset IDN Research Institute dan data Badan Pusat Statistik yang ia paparkan, generasi Milenial dan Gen Z saat ini mencapai sekitar 194 juta jiwa atau 68 persen dari total populasi Indonesia.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Winston juga menyoroti besarnya peluang industri kreatif sebagai penggerak ekonomi masa depan.
Dia meyakini Indonesia tidak hanya mampu menjadi konsumen konten, tetapi juga pencipta tren dan pengekspor karya kreatif ke pasar global. Menurut dia, media, hiburan, dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia.
Alasan ketiga yang membuatnya optimistis adalah tingginya rasa kepedulian generasi muda terhadap Indonesia.
Winston menyebut, hampir 70 persen anak muda aktif menyuarakan isu yang mereka pedulikan. Energi tersebut, kata dia, perlu diarahkan menjadi karya nyata yang memberikan dampak positif bagi bangsa.
Menutup pidatonya, Winston menegaskan, masa depan Indonesia tidak bisa dibangun sendirian, tetapi melalui kolaborasi lintas generasi dan lintas industri.
“Karena masa depan bukan untuk ditunggu, masa depan untuk kita ciptakan, hari ini, bersama-sama dengan seluruh generasi muda Indonesia,” kata dia.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.


















