Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei SMRC: Sentimen Positif Penegakan Hukum Indonesia Anjlok
Ilustrasi kriminal (IDN Times/Arief Rahmat)

  • Survei SMRC 5-19 Juli 2026 mencatat sentimen positif terhadap penegakan hukum turun dari 42,5 persen pada November 2025 menjadi 26,4 persen, sementara sentimen negatif naik menjadi 37,6 persen.
  • Responden paling banyak menilai penegakan hukum berada pada kondisi sedang, 30,2 persen, disusul buruk 28,6 persen; penilaian baik atau sangat baik hanya 26,4 persen.
  • Penilaian sangat baik atas kondisi keamanan turun dari 54,1 persen menjadi 46,7 persen, sedangkan sentimen negatif naik menjadi 22,1 persen; survei melibatkan 749 responden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
November 2025

Sentimen positif terhadap penegakan hukum tercatat 42,5 persen, sedangkan sentimen negatif 25,7 persen. Penilaian keamanan sangat baik mencapai 54,1 persen dan sentimen negatif 17,4 persen.

5-19 Juli 2026

SMRC melakukan survei terhadap 749 responden. Sentimen positif penegakan hukum tercatat 26,4 persen, sementara sentimen negatif mencapai 37,6 persen.

3 Agustus 2026

SMRC merilis hasil survei yang menunjukkan penurunan sentimen positif terhadap penegakan hukum. Mayoritas responden menilai penegakan hukum sedang atau buruk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SMRC mencatat sentimen positif terhadap penegakan hukum Indonesia turun menjadi 26,4 persen, sementara sentimen negatif meningkat menjadi 37,6 persen.
  • Who?
    SMRC melibatkan 749 warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, terdiri dari responden pemilik HP dan responden tanpa HP.
  • Where?
    Survei mengukur pandangan warga negara Indonesia mengenai kondisi penegakan hukum dan keamanan di Indonesia.
  • When?
    Pengumpulan data berlangsung pada 5-19 Juli 2026. Hasil survei disampaikan SMRC pada 3 Agustus 2026.
  • Why?
    Survei dilakukan untuk mengukur penilaian warga terhadap kondisi penegakan hukum dan keamanan saat ini.
  • How?
    SMRC mewawancarai 605 pemilik HP melalui telepon dan 144 responden tanpa HP secara tatap muka. Margin of error diperkirakan 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Survei SMRC bertanya kepada 749 orang di Indonesia pada Juli 2026. Sekarang, lebih sedikit orang merasa hukum ditegakkan dengan baik. Angkanya turun dari 42,5 persen jadi 26,4 persen. Lebih banyak orang merasa penegakan hukum buruk. Orang yang merasa keamanan sangat baik juga turun, dan yang merasa keamanan buruk bertambah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perubahan sentimen, survei ini tetap memperlihatkan bahwa 46,7 persen responden menilai kondisi keamanan sangat baik, sementara 26,4 persen menilai penegakan hukum baik atau sangat baik. Pelibatan responden pemilik maupun nonpemilik telepon, melalui wawancara telepon dan tatap muka, memberi ruang bagi gambaran aspirasi publik yang lebih beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lembaga Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyampaikan sentimen positif penegakan hukum di Tanah Air anjlok. Hal itu terungkap pada survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

"Dalam sembilan bulan terakhir, sentimen positif terhadap penegakan hukum turun dari 42,5 persen di Survei November 2025 menjadi 26,4 persen di survei terakhir," demikian dikutip dari rilis survei SMRC, Senin (3/8/2026).

"Sebaliknya, sentimen negatif naik dari 25,7 persen menjadi 37,6 persen," lanjut keterangan itu.

1. Mayoritas menilai penegakan hukum buruk dan sedang

Ilustrasi palu hakim. (IDN Times/Rinda Faradilla)

Mayoritas responden menilai kondisi penegakan hukum Indonesia saat ini cenderung sedang dan buruk. Sebanyak 30,2 persen responden memilih sedang, 28,6 persen lainnya menilai buruk.

"Warga yang menilai kondisi penegakan hukum baik atau sangat baik sekitar 26,4 persen," demikian data yang dirilis SMRC.

2. Sentimen negatif kondisi keamanan naik

Ilustrasi maling. (IDN TImes/Sukma Shakti)

Sementara itu, mayoritas responden menilai kondisi keamanan saat ini sangat baik, turun dari 54,1 persen pada November 2025 menjadi 46,7 persen pada survei kali ini. Sebaliknya, sentimen negatif naik dari 17,4 persen menjadi 22,1 persen.

3. Margin of error 3,7 persen

ilustrasi survei (IDN Times/Aditya Pratama)

Survei dilakukan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih dan memiliki HP, serta WNI yang memiliki hak pilih tapi tak memiliki HP.

Pada subpopulasi pemilik HP, jumlah sampel sebanyak 605 responden yang dipilih secara acak dengan metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon.

Pada subpopulasi yang tidak punya HP, jumlah sampel sebanyak 144 responden yang dipilih secara acak dengan metode staatified multistage random sampling dan repsonden diwawancara secara tatap muka.

Total sampel yang diwawancara sebanyak 749 responden. Margin of error diperkirakan 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article