Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sambut Musim Tanam, Pupuk Indonesia Tambah Stok Pupuk di Jatim

4 min read
Sambut Musim Tanam, Pupuk Indonesia Tambah Stok Pupuk di Jatim
ilustrasi penyaluran pupuk bersubsidi (dok. Pupuk Indonesia)
  • Pupuk Indonesia menambah alokasi pupuk bersubsidi Jawa Timur 144.134 ton, membuat kuota 2026 mencapai 2.115.951 ton untuk mendukung musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027.

  • Hingga 22 September 2026, penyaluran mencapai 1.637.764 ton atau 77,4 persen, dengan sisa 478.187 ton yang disiapkan memenuhi kebutuhan petani musim tanam berikutnya.

  • Perusahaan memantau stok digital secara real time dan mendampingi petani melalui tiga mobil uji tanah agar distribusi serta pemupukan lebih tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi Jawa Timur untuk mendukung musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Kepastian tersebut didukung dengan adanya tambahan alokasi sebesar 144.134 ton, sehingga total kuota pupuk bersubsidi untuk Jawa Timur tahun 2026 mencapai 2.115.951 ton.

Senior Manager 3A Jawa Timur Pupuk Indonesia, Wawan Arjuna mengatakan tambahan alokasi tersebut ditetapkan Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2026. Tambahan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan pupuk petani Jawa Timur dapat terpenuhi selama musim tanam ketiga.

“Tambahan alokasi ini memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam berikutnya. Didukung pengawalan penyaluran di lapangan, pupuk bersubsidi dapat tersalurkan sesuai prinsip 7T, sehingga petani dapat menjalankan musim tanam tanpa kendala,” ujar Wawan.

  1. 1. Pupuk Indonesia pastikan kebutuhan pupuk cukup hingga akhir tahun

    IMG_20260519_132420.jpg
    Gudang pupuk bersubsidi milik PT Pupuk Indonesia. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Adapun alokasi awal pupuk bersubsidi tahun 2026 di Jawa Timur sebesar 1.971.817 ton, terdiri atas Urea 964.037 ton, NPK 884.868 ton, pupuk NPK Khusus Kakao 255 ton, Organik 111.670 ton, dan ZA 10.987 ton. Kemudian, alokasi tersebut mendapatkan tambahan 35.146 ton Urea, 76.827 ton NPK, 4 ton NPK Kakao, 32.149 ton Organik, dan 8 ton ZA.

    Dari sisi penyaluran, hingga 22 September 2026, realisasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur telah mencapai 1.637.764 ton atau 77,4 persen dari total alokasi setelah penambahan. Dengan demikian, masih tersedia sisa alokasi sebesar 478.187 ton yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan petani untuk musim tanam berikutnya.

    Rinciannya, realisasi Urea sebesar 764.520 ton (atau 76,5 persen dari realokasi), NPK 767.796 ton (79,8 persen), dan pupuk Organik 94.686 ton (65,8 persen). Adapun realisasi pupuk ZA mencapai 7.602 (69,1 persen) dan NPK Kakao 180 ton (69,5 persen)

    Petani di Indonesia akan memulai musim tanam baru sekitar bulan Oktober. Untuk itu Wawan meyakini penyerapan pupuk bersubsidi di Jawa Timur akan optimal hingga akhir tahun 2026.

    Lebih lanjut ia menegaskan, ketersediaan stok dan tambahan alokasi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi Pupuk Indonesia untuk terus memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi petani Jawa Timur. Pupuk Indonesia juga meyakini ketersediaan pupuk yang cukup akan mendorong peningkatan produktivitas pertanian dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

    “Kami berharap kebutuhan pupuk bersubsidi petani Jawa Timur dapat terpenuhi hingga akhir tahun. Fokus kami bukan hanya memastikan jumlah pupuk tersedia, tetapi juga memastikan distribusinya tepat waktu dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Jadi bukan hanya melihat berapa yang sudah tersalurkan, tetapi juga memastikan stoknya ada di titik-titik penyaluran,” jelas Wawan.

  2. 2. Pantau stok pupuk secara digital

    Screenshot 2026-05-13 171534.jpg
    Stok Pupuk Bersubsidi di Gudang Petrokimia Gresik. (Dok/Istimewa).

    Untuk memastikan hal tersebut, Pupuk Indonesia melakukan pemantauan stok secara digital sehingga kondisi persediaan di titik-titik penyaluran dapat dipantau secara real time. Apabila terdapat titik penyaluran yang stoknya mulai menipis, Pupuk Indonesia segera melakukan koordinasi dan pengisian kembali agar kebutuhan petani dapat dilayani.

    “Kami terus memperkuat monitoring stok hingga titik penyaluran. Ketika ada wilayah yang stoknya mulai menipis, segera kami lakukan pengisian kembali. Ini bagian dari komitmen kami agar ketersediaan pupuk tidak menjadi kendala bagi petani dalam memasuki musim tanam,” tandasnya.

  3. 3. Mendorong penggunaan pupuk secara lebih tepat

    Bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Muhammad Amanullah (kanan) menebus pupuk bersubsidi di kios Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul di Desa Pucang, Secang, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)
    Bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Muhammad Amanullah (kanan) menebus pupuk bersubsidi di kios Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul di Desa Pucang, Secang, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Selain memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran, Pupuk Indonesia juga terus mendorong penggunaan pupuk secara lebih tepat melalui pendampingan kepada petani. Salah satunya dilakukan melalui mobil uji tanah yang saat ini berjumlah tiga unit di Jawa Timur, didukung petugas lapangan.

    Melalui uji tanah, petani dapat mengetahui kondisi tanah dan kandungan unsur hara yang tersedia sebelum menentukan komoditas maupun kebutuhan pemupukan. Dengan demikian, penggunaan pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman, sehingga pemupukan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada peningkatan efektivitas dan produktivitas pertanian.

    “Melalui tambahan alokasi, penguatan pemantauan stok, serta pendampingan pemupukan berimbang, kami berkomitmen mendukung petani Jawa Timur menghadapi musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Kami berharap dukungan ini dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan hasil panen, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Wawan. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More