Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei Tempo: Tingkat Kepuasan Prabowo-Gibran Merosot Jadi 37 Persen
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ketika hadir ketika penetapan paslon di Komisi Pemilihan Umum (KPU). (ANTARA FOTO/Aprilio Akbar)
  • Survei Tempo Data Science mencatat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran 37 persen pada Agustus 2026, turun dari 75 persen pada Desember 2025 dan 58 persen pada Maret 2026.
  • Ketidakpuasan tertinggi datang dari responden usia 26–30 tahun dan Banten; alasan utamanya harga kebutuhan pokok naik, pekerjaan sulit didapat, serta kondisi ekonomi memburuk.
  • Responden meminta harga pokok diturunkan, lapangan kerja diperluas, ekonomi dan kompetensi pejabat diperbaiki, serta program MBG dievaluasi; pemerintah belum merespons survei ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tempo Data Science merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pekan ini yang menunjukkan angka 37 persen. Bahkan, bila tingkat kepuasan itu diterjemahkan dalam bentuk skor, angkanya 5,8 dari 10.

Ini merupakan hasil survei kedua setelah sigi yang dilakukan oleh SMRC dan dirilis pada Juli 2026 lalu. Tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran versi SMRC mencapai 51 persen.

"Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah di Agustus 2026 ada di angka 37 persen. Ini gabungan di antara kelompok yang menyatakan puas 34 persen dan sangat puas 3 persen," ungkap General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam seperti dikutip dari laporannya pada Jumat (28/8/2026).

"Bila dikonversi dalam bentuk skor 1-10, kinerja pemerintah ada di skor 5,7 per 10," imbuhnya.

Ia juga menyebut tren kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran menunjukkan penurunan sejak Desember 2025 lalu. Penurunannya, kata Khairul bahkan sangat drastis.

"Di Desember 2025 approval rating (Prabowo-Gibran) masih ada di angka 75 persen. Kemudian, di Maret 2026, turun di 58 persen. Lalu, pada Agustus 2026 turun di 37 persen," katanya.

Survei Tempo Data Science ini dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen serta margin of error kurang lebih 2,9 persen

1. Responden berusia muda paling besar yang mengaku tak puas dengan kinerja Prabowo-Gibran

Hasil survei Tempo Data Science pada periode Juli hingga Agustus 2026. (Tangkapan layar hasil survei Tempo Data Science)

Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei, responden berusia muda yang paling banyak menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Angkanya mencapai 74 persen. Kelompok terbanyak yang mengaku tidak puas ada di rentang usia 26 hingga 30 tahun. Sedangkan, kelompok usia kedua yang mengaku paling tidak puas ada di rentang usia 21 tahun hingga 25 tahun.

"Sedangkan, untuk demografi area, ketidakpuasan paling tinggi ada di Banten sebesar 76 persen," katanya.

Ia juga menjelaskan lima alasan mengapa 37 persen responden puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran yaitu adanya bantuan sosial, program makan bergizi gratis (MBG) yang dianggap bermanfaat, program pemerintah yang bermanfaat dan program pemerintah berjalan.

Sedangkan, lima alasan tertinggi mengapa publik tidak puas terhadap pemerintah yakni satu kebutuhan harga bahan pokok yang semakin mahal, lapangan pekerjaan yang semakin sulit dan ekonomi memburuk.

2. Lima program Prabowo-Gibran yang perlu diperbaiki

Hasil survei Tempo Data Science pada periode Juli hingga Agustus 2026. (Tangkapan layar hasil survei Tempo Data Science)

Di dalam survei itu, responden turut memberikan masukan program apa saja yang perlu diperbaiki agar tingkat kepuasan terhadap pemerintah membaik. Pertama, menurunkan harga-harga kebutuhan pokok yang terus melambung, kedua, memperbanyak dan mempermudah lapangan pekerjaan, ketiga, memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, keempat, memperbaiki kinerja dan kompetensi pejabat pemerintah dan kelima memperbaiki atau evaluasi program MBG.

Poin lain yang disampaikan oleh Tempo Data Science yakni soal platform yang membentuk persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. "Ternyata sebagian besar publik mencari informasi untuk menilai kinerja pemerintah paling tinggi dari media sosial yakni 30 persen, televisi 28 persen, keluarga atau teman 23 persen, dan media daring 7 persen," kata Khairul.

Sementara, sumber-sumber informasi dari pemerintah hanya dipercayai oleh 2 persen responden. Ia juga menjelaskan bahwa 70 persen masyarakat Indonesia mengakses WhatsApp setiap hari. Kemudian, platform lainnya yang diakses publik adalah TikTok 35 persen, Facebook 26 persen, televisi 24 persen, YouTube atau podcast di angka 24 persen.

3. Bakom pernah menyebut tingkat kepuasan publik akan kembali ke angka 80 persen

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Dok/Istimewa).

Sementara, Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Muhammad Qodari pernah memberikan pandangannya soal anjloknya tingkat kepercayaan Prabowo-Gibran di dalam beberapa survei, termasuk SMRC. Ia meyakini tingkat kepercayaan publik akan kembali naik ke angka 80 persen. Pemerintah, kata Qodari, menerima kritik dan masukan yang datang dari publik.

"Yang namanya survei, kan dia potret opini publik, sifatnya dinamis. Bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti dilaporkan SMRC itu 80 persen sekarang 50 persen, ya Insya Allah nanti 80 persen lagi," ungkap Qodari pada 28 Juli 2026 lalu di Surabaya.

"Tentu kami tunggu riset-riset yang lain yang bisa dijadikan sebagai perbandingan. Karena sesungguhnya kalau kita melihat fundamental ekonomi sangat bagus," imbuhnya.

Ketika IDN Times tanyakan respons terhadap survei yang dirilis oleh Tempo Data Science, Bakom belum merespons.

Curated For You

Editorial Team

Related Article