Syahganda Ngaku Pernah Ditawari Jadi Dubes Turki di Serah Terima Bakom

- Syahganda Nainggolan menyerahkan jabatan Kepala Bakom kepada M. Qodari di Jakarta dan mengungkap pernah diplot menjadi Duta Besar Turki sebelum Presiden Prabowo mengubah penugasannya.
- Syahganda sempat menolak posisi Kepala Bakom, tetapi menerima tawaran menjelang pelantikan pada 2 Oktober 2026.
- Dalam pertemuan di Hambalang, Prabowo meminta Bakom menyebarkan program pemerintah hingga tingkat bawah sekaligus menyalurkan isu dan suara masyarakat kepadanya.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Syahganda Nainggolan dan M. Qodari melakukan serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Acara digelar di kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dalam acara tersebut, Syahganda mengaku pernah ditawari menjadi Duta Besar (Dubes) Turki. Namun akhirnya Syahganda diminta Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Bakom.
"Karena ketika saya dilantik, itu satu hari sebelum saya dikasih tahu, 'Pak Syahganda, Bapak Presiden tidak berkenan Bapak menjadi Duta Besar'. Karena saya awalnya di-plot untuk Duta Besar di Turki, udah jelas tempatnya karena beliau sendiri bulan Maret sudah menyampaikan," ujar Syahganda.
1. Syahganda mengaku sempat menolak

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Syahganda mengaku sempat menolak jabatan Kepala Bakom. Namun, jelang pelantikan pada Jumat (2/10/2026), akhirnya Syahganda menerima tawaran sebagai Kepala Bakom.
"Saya tolak H-2, H-1 muncul lagi itu, "'Oke, siap', saya bilang, siap," ucap dia.
2. Usai pelantikan Syahganda dipanggil ke rumah Prabowo

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam kesempatan itu, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom, Fadli Tri Hartono dipanggil Presiden Prabowo pada Minggu (4/10/2026). Pada pertemuan itu, Prabowo meminta agar Bakom bisa menyebarkan informasi mengenai program Presiden Prabowo.
"Saya dipanggil oleh beliau ke Hambalang bersama Pak Waka, hari Minggu tanggal 4. Saya bertemu dengan beliau 2 jam, cukup lama menurut saya, kita diberitahu tentang bagaimana Bakom ini pikiran-pikiran beliau, program-program beliau itu sampai ke rakyat yang paling bawah," kata dia.
3. Bakom diminta agar isu yang ada di masyarakat sampai ke telinga Prabowo

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta kepada Bakom agar isu yang ada di masyarakat sampai ke telinganya.
"Yang kedua, Bapak Presiden mengarahkan pikiran orang-orang yang paling bawah dan apa yang terjadi paling bawah harus sampai ke telinga beliau. Ini yang diminta, jadi bagaimana kita ini mendengarkan suara rakyat," imbuhnya.



















