Sebut Gibran Saatnya Diganti, Syahganda: Dulu di Luar Pemerintah Gitu

- Video lama Syahganda Nainggolan kembali ramai karena ia pernah menyebut Gibran Rakabuming Raka perlu diganti sebagai wakil presiden.
- Syahganda menegaskan pernyataan itu dibuat saat masih di luar pemerintahan, sekitar dua pekan hingga sebulan sebelum dilantik sebagai Kepala Bakom.
- Setelah menjadi pejabat, Syahganda menyatakan akan menjalankan visi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran; Refly Harun mengonfirmasi wawancara berlangsung sebelum pengangkatan.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Video podcast Syahganda Nainggolan saat belum menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) bersama Refly Harun menjadi perbincangan. Hal itu karena dalam podcast tersebut, Syahganda menyebut sudah saatnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden (Wapres) diganti.
Menurut Syahganda, hal itu merupakan video lama saat dirinya masih berada di luar pemerintahan.
"Jadi, yang dibuat itu adalah video-video lama saya. Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan," ujar Syahganda di Kantor Bakom, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
1. Syahganda akan sejalan dengan Presiden dan Wapres

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Syahganda mengatakan, setelah dirinya menjadi pejabat pemerintahan, maka dia akan sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Mulanya, Syahganda menyebut hanya Presiden. Syahganda juga menyesalkan pernyataannya yang seolah-olah baru disampaikan setelah menjadi Kepala Bakom.
"Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden. Ya kan, saya gak bisa misalnya punya ide yang beda kalau Bapak Presiden misalnya punya ide apa, ya, saya harus ikutin. Jadi itu sekali lagi memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertanggung jawab seperti itu, gitu," kata dia.
Saat ditanya kembali apakah akan sejalan dengan Wapres Gibran, Syahganda menegaskan dirinya akan menjalankan tugas dari Presiden dan Wapres.
"Maksudnya, saya ini pemerintah. Sebagai pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran, ya, kan, dan kita menjalankan, gitu. Intinya di situ," kata dia.
Syahganda mengaku tidak ingat kapan podcast itu dilaksanakan. Dia mengatakan, podcast itu dibuat dua pekan atau sebulan sebelum dilantik menjadi Kepala Bakom. Syahganda dilantik menjadi Kepala Bakom pada Jumat (2/10/2026).
"Saya gak tahu, tapi saya itu udah lama setahu saya, mungkin sudah dua minggu, sebulan sebelum saya (dilantik)," ujar dia.
2. Pernyataan Syahganda dalam podcast

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam podcast itu, Syahganda Nainggolan menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah saatnya diganti. Dia menyebut, polemik tentang Gibran tidak akan selesai jika persoalan tersebut tidak diselesaikan. Pernyataan itu disampaikan Syahganda dalam podcast Refly Harun, dikutip Senin (14/9/2026).
"Ini Wapres-nya gak ada wibawa. Makanya, saya bilang sebenarnya saatnya juga Wapres itu diganti, Gibran ini sudahlah enough is enough. Anda itu kan gak pantas lagi, sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi, dan lain-lain, sudah selesai aja," kata Syahganda saat ditanya Reflly dalam podcast tersebut.
Syahganda menilai, posisi Wakil Presiden seharusnya dapat membantu Presiden menjalankan pemerintahan. Dia membandingkan peran Wapres pada pemerintahan sebelumnya seperti Jusuf Kalla dan Budiono yang menurutnya menangani sejumlah persoalan ketika Presiden menghadapi situasi tertentu.
"Kalau Prabowo di luar negeri dia bisa bekerja misalnya gitu. Kalau Prabowo ke Indonesia Timur, dia bisa Indonesia Barat. Kalau Prabowo urusan udara, dia bisa urusan laut misalnya kayak gitu," kata dia.
"Sekarang ada gempa bumi, ada Krakatau meletus, ada ini, Wapresnya gak bekerja. Gunting pita pun gak mungkin, karena untuk gunting pita dalam suatu proyek-proyek besar, seorang Wapres itu harus berwibawa, ini Wapresnya gak wibawa," ujar Syahganda dalam podcast berjudul "Jokowi ini gak ada gunanya! Syahganda Nainggolan ungkap obrolan di rumah Prabowo!
3. Kaitkan soal gugatan ijazah

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Syahganda kemudian mengaitkan desakannya dengan polemik persyaratan pendidikan Gibran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Refly menanyakan sikapnya terhadap isu kelengkapan syarat pendidikan Gibran sebagai cawapres.
"Ya, kan Anda itu kan gak pantas lagi, sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi dan lain-lain, sudah selesai aja," kata Syahganda.
IDN Times telah meminta izin kepada Refly Harun untuk memuat pernyataan tersebut. Kepada IDN Times, Refly menyatakan, wawancaranya dengan Syahganda Nainggolan berlangsung sebelum Syahganda dilantik jadi Bakom.
"Tapi itu sebelum diangkat," ujar Refly melalui pesan pendek.























