Banjarbaru, IDN Times - Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WITA. Namun, matahari yang seharusnya menerangi bumi Kalimantan nyaris tak terlihat, tertutup asap pekat. Langit yang semestinya biru berubah kekuningan, sementara udara dipenuhi kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama dua hari menjelajahi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, IDN Times nyaris tak menemukan langit biru yang membentang. Asap seolah menyelimuti setiap sudut kota.
Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus menyalakan lampu depan, meski hari telah terang. Di tengah kepungan asap, cahaya lampu menjadi penanda bagi pengendara untuk melihat jalan di hadapan mereka.
