Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TKD Tambahan Percepat Perbaikan Jalan, Ekonomi Warga Aceh Bangkit

4 min read
TKD Tambahan Percepat Perbaikan Jalan, Ekonomi Warga Aceh Bangkit
Perbaikan di Gampong Kampung Jawa Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh. (Dok. Tim Media Satgas PRR)
  • Perbaikan Jalan Perwira sepanjang 800 meter di Lhokseumawe, didukung TKD tambahan Rp715,23 juta, memudahkan warga menuju pasar serta usaha kafe dan homestay.

  • Satgas PRR mencatat per 5 Oktober 2026, aktivasi pasar rakyat Aceh mencapai 90 persen; pemulihan ekonomi juga didukung akses pembiayaan melalui KUR.

  • Per 19 Oktober 2026, 1.591 ruas jalan Aceh telah fungsional, sementara 93 ruas masih terputus; rehabilitasi ditujukan memperlancar mobilitas dan distribusi barang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perbaikan Jalan Perwira di Gampong Kampung Jawa Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, mulai memudahkan aktivitas ekonomi warga. Ruas sepanjang sekitar 800 meter yang menghubungkan Jalan Darussalam dengan Pasar Inpres itu telah rampung diperbaiki menggunakan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp715,23 juta.

TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bangkit. Per 5 Oktober 2026, aktivasi pasar rakyat di Aceh telah mencapai 90 persen, sedangkan Sumut dan Sumbar sudah 100 persen. Pemulihan juga terlihat dari akses pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Ini menandakan bahwa program yang sudah bergerak, masyarakat sudah mulai bangkit kembali dalam perekonomian,” ujar Amran saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Perbaikan konektivitas menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pergerakan tersebut. Dalam Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, pemulihan infrastruktur transportasi diarahkan untuk menjamin aksesibilitas dan keberlanjutan mobilisasi orang serta barang, termasuk mendukung aktivitas sosial-ekonomi dan distribusi logistik.

Kondisi itu mulai dirasakan warga Kampung Jawa Baro. Jalan Perwira yang sebelumnya rendah dan mudah tergenang kini lebih nyaman dilalui. Akses tersebut juga menghubungkan warga dengan pasar serta sejumlah usaha seperti kafe dan homestay di sekitar permukiman.

  1. 1. Jalan lebih baik, usaha lebih mudah diakses

    prr2.jpg
    Jalan Perwira Lhokseumawe, Aceh. (Tim Media Satgas PRR)

    Asri, warga Kampung Jawa Baro, setiap dini hari sekitar pukul 03.00–04.00 WIB sudah berangkat menuju pasar untuk mencari nafkah. Jalan Perwira menjadi salah satu akses yang dilaluinya. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan membuat perjalanan kurang nyaman, terutama ketika hujan. Kini, setelah pengaspalan, ia merasakan akses menuju pasar menjadi lebih mudah.

    “Dulu susah, jalan kurang bagus. Sekarang sudah bagus,” kata Asri.

    Menurutnya, perubahan kondisi jalan juga terlihat dari aktivitas warga di sekitar ruas tersebut. Sejumlah kafe berada di lorong-lorong yang terhubung dengan Jalan Perwira.

    “Di jalan ini ada satu kafe, jalan sebelah sana ada satu. Pokoknya setiap lorong ini ada satu kafe,” ujarnya.

    “Ya, banyak. Sudah aman perjalanan,” sambung Asri ketika ditanya apakah pengunjung bertambah setelah jalan diperbaiki.

  2. 2. Perbaikan jalan tingkatkan akses menuju kafe dan homestay

    ilustrasi perbaikan jalan (freepik.com)
    ilustrasi perbaikan jalan (freepik.com)

    Salamuddin A Gani, warga yang tinggal di sekitar Gang Perwira, juga merasakan perubahan. Sebelum diperbaiki, permukaan Jalan Perwira yang rendah kerap tergenang ketika hujan.

    “Sebelum perbaikan, memang Jalan Perwira itu sangat rendah. Apabila hujan lebat 15 menit, langsung tergenang air di atas jalan tersebut,” ujarnya.

    Genangan bahkan terkadang mencapai lutut. Kondisi tersebut menyulitkan warga melintas dan menghambat akses menuju sejumlah tempat usaha, termasuk kafe dan homestay. Kini, setelah jalan ditinggikan dan diaspal, Salamuddin menilai akses menjadi lebih lancar. Pengunjung lebih mudah datang, sementara warga juga lebih mudah berbelanja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

    “Apalagi di situ ada homestay, ada kafe. Berarti masyarakat yang lalu-lalang ke situ sangat mudah,” katanya.

    Keuchik Kampong Jawa Baro T Yulizar mengatakan masyarakat kini lebih nyaman menggunakan Jalan Perwira untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Dengan adanya pembangunan jalan aspal ini, Alhamdulillah masyarakat sudah enak lewat, mau belanja juga enak,” ujarnya.

    Ia mengatakan usulan perbaikan jalan sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Pekerjaan kemudian terlaksana dengan dukungan tambahan dana dari pemerintah pusat.

  3. 3. Pemulihan konektivitas Aceh

    Ilustrasi perbaikan jalan rusak. (dok. DPU)
    Ilustrasi perbaikan jalan rusak. (dok. DPU)

    Perbaikan Jalan Perwira menjadi bagian dari pemulihan konektivitas Aceh. Berdasarkan laporan Satgas PRR per 19 Oktober 2026, sebanyak 1.591 ruas jalan di Aceh telah kembali fungsional. Namun, masih terdapat 93 ruas jalan daerah yang belum fungsional atau masih terputus.

    Dari ruas yang telah kembali berfungsi, sebanyak 46 ruas berada dalam penanganan pemerintah pusat dan 1.545 ruas ditangani pemerintah daerah. Seluruh jalan dalam penanganan pemerintah pusat telah berstatus fungsional.

    Khusus Aceh Utara, sebanyak 191 ruas jalan daerah telah kembali fungsional, sementara tiga ruas masih memerlukan penanganan. Tiga ruas dalam penanganan pemerintah pusat juga telah berfungsi sehingga total jalan yang tercatat fungsional mencapai 194 ruas.

    Satgas PRR terus mengoordinasikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersama pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait. Pemulihan diarahkan tidak hanya mengembalikan fungsi jalan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More