ilustrasi gen-z berperan sebagai pemimpin (pexels.com/Mikhail Nilov)
WEF memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta secara global, sementara sekitar 92 juta pekerjaan tergeser, sehingga menghasilkan pertambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan. “Ke depan kita harus mempersiapkan kebijakan agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman,” tambah Charles.
Sementara itu, perspektif dunia usaha turut memberikan dimensi penting dalam pembahasan ini. Pieter Setiawan selaku CEO Wahyono Group menyoroti tidak hanya tentang dunia kerja, tetapi mencakup pentingnya memanusiakan manusia. Ia menilai manusia perlu belajar menjadi manusia seutuhnya di tengah era kecerdasan buatan.
“Kita perlu belajar menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang mampu bersosialisasi dengan baik, berkomunikasi dengan baik, berperilaku dengan baik, dan menjadi pekerja yang baik. Kemampuan intelektual penting, tetapi harus disertai karakter dan etos kerja,” ujar Pieter Wahyu.
Di sisi lain, Stephanie Octavia selaku Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih menegaskan bahwa mempersiapkan generasi muda tidak dapat berhenti pada pelatihan keterampilan, tetapi diiringi dengan ketersediaan lapangan kerja.
“Mempersiapkan generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi memastikan ketersediaan lapangan pekerjaan yang layak,” ujarnya dalam sesi pembuka kegiatan Taman Asik.
Mewakili Ketua Umum Taruna Merah Putih, Stephanie menyampaikan pesan kepada generasi Z yang baru memasuki dunia kerja. “Generasi Z tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masa depan sedang ditulis. Ia harus berani belajar, tekun mengasah keterampilan, dan mampu mengubah tantangan menjadi kesempatan.”
Sedangkan Ady Hendratta kepala kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta mengingatkan aspek perlindungan sosial dalam dunia kerja untuk menjamin masa depan.
"Program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah membangun jaring pengaman bagi diri sendiri dan keluarga," tandasnya.