Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Pemerintah juga memaparkan capaian investasi selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Nilai investasi yang tercatat mencapai Rp3.923 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang.
Agenda hilirisasi industri turut berlanjut melalui peletakan batu pertama 26 proyek. Salah satu proyek yang disorot ialah pengembangan industri baterai kendaraan listrik, yang dalam video disebut sebagai proyek terbesar di Asia Tenggara.
Selain mendorong investasi dan industrialisasi, pemerintah menampilkan sejumlah langkah penataan ekonomi serta pengelolaan aset negara. Nilai penyelamatan kekayaan negara disebut mencapai lebih dari Rp54,8 triliun. Pemerintah juga mencatat pelunasan utang obligasi terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp218,3 triliun.
Di sektor badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah menyebut telah menutup 290 perusahaan yang dinilai bermasalah. Langkah tersebut diklaim berpotensi menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun setiap tahun.
Teddy mengatakan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dia mengatakan, pelaksanaan program prioritas dan pembangunan masih akan berlanjut.
“Dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program prioritas dan pembangunan terus berjalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri,” tulis Seskab Teddy.
Meski sejumlah capaian telah dipaparkan, dalam video itu Prabowo juga mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri. Menurut dia, masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
“Cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat apa yang kita sudah capai,” ujar Presiden.
Teddy mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk meneruskan berbagai program pembangunan pada tahun-tahun mendatang. Dua tahun pertama pemerintahan, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-cita nasional.
“Dua tahun pertama telah dilalui, kerja nyata dan pengabdian terus berlanjut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata dia.