Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Netanyahu Klaim Iran Kembangkan Rudal Balistik yang Bisa Jangkau AS

3 min read
Netanyahu Klaim Iran Kembangkan Rudal Balistik yang Bisa Jangkau AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (x.com/netanyahu)
  • Benjamin Netanyahu mengklaim Iran mengembangkan rudal balistik antarbenua dan mengejar senjata nuklir yang dapat mengancam kota-kota AS, dengan Washington disebut sebagai target utama Teheran.
  • Jika terpilih kembali pada 27 Oktober 2026, Netanyahu memprioritaskan penghapusan ancaman Iran, yang ia gambarkan beroperasi bersama Hamas, Hizbullah, dan Houthi.
  • Netanyahu juga menargetkan perluasan Perjanjian Abraham serta kepemimpinan global Israel dalam AI, termasuk pemanfaatannya untuk kesehatan, pertanian, transportasi, dan pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa Iran sedang mengembangkan rudal balistik antarbenua dan berupaya memperoleh senjata nuklir yang dapat mengancam kota-kota di Amerika Serikat (AS). Ia mengeklaim Washington menjadi target utama rezim Iran, bukan Israel.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu (17/10/2026), Netanyahu juga memaparkan tiga prioritas jika kembali terpilih dalam pemilihan umum Knesset pada 27 Oktober 2026, yakni menghilangkan ancaman Iran, memperluas Perjanjian Abraham, dan menjadikan Israel pemimpin global dalam pengembangan akal imitasi (AI).

  1. 1. Netanyahu sebut AS menjadi target utama Iran

    bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Netanyahu mengatakan ambisi Iran tidak terbatas pada Israel. Menurutnya, Teheran juga berniat menargetkan AS dan Eropa jika berhasil menghancurkan Israel. Ia menilai pengembangan rudal jarak jauh dan upaya memperoleh senjata nuklir ditujukan untuk menempatkan kota-kota AS dalam ancaman Iran.

    "Ini adalah rezim yang meneriakkan 'Matilah Israel, matilah Amerika'. Anda adalah target sebenarnya. Dan saya pikir kita berada di jalur yang tepat untuk mencapai hal ini, dengan kepemimpinan Presiden Trump yang brilian, baik blokade militer maupun ekonomi," ujar Netanyahu sebagaimana dilansir Jerusalem Post. 

    Ia juga menyebut rezim Iran memandang AS sebagai "Setan Besar" dan Israel sebagai "Setan Kecil". Ia lantas mengatakan, "Berharap teman-teman Eropa kami tidak tersinggung. Anda dipandang sebagai setan berukuran sedang, Anda biasa-biasa saja dalam banyak hal."

    Netanyahu memperingatkan bahwa Iran dapat menjadi kekuatan nuklir yang belum pernah disaksikan dunia. Ia menilai rezim tersebut fanatik dan tidak mempertimbangkan sebab-akibat dalam mengambil keputusan.

  2. 2. Netanyahu prioritaskan penghapusan ancaman Iran

    bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Netanyahu menempatkan penghapusan ancaman Iran sebagai prioritas pertama apabila kembali menjabat sebagai perdana menteri. Ia mengatakan bahwa langkah tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel, AS, dan seluruh dunia.

    Ia juga menggambarkan Iran sebagai "kekuatan jahat" yang beroperasi bersama "3H" (Hamas, Hizbullah, Houthi). Netanyahu menyebut ketiga kelompok tersebut sebagai "lengan dari gurita beracun".

    Prioritas keduanya ialah memperluas Perjanjian Abraham yang menurut Netanyahu dibentuk bersama Presiden AS Donald Trump dan empat negara Arab. Ia mengklaim sejumlah negara lain tertarik bergabung lantaran melihat kekuatan Israel.

    Netanyahu mengatakan ingin membentuk poros perdamaian dan moderasi untuk menghadapi kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai "para barbar yang menembak rakyat mereka sendiri".

  3. 3. Netanyahu ingin Israel memimpin pengembangan AI

    bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

    Prioritas ketiga Netanyahu ialah menjadikan Israel pemimpin dunia dalam pengembangan AI. Ia mengatakan sepakat dengan Trump mengenai risiko teknologi tersebut sekaligus potensinya untuk membantu umat manusia.

    Netanyahu menyoroti pemanfaatan AI di bidang kesehatan, pertanian, transportasi, dan pendidikan. Menurutnya, teknologi itu dapat dipersonalisasi untuk setiap anak agar mereka memperoleh akses kepada guru terbaik sesuai potensinya.

    Selain AI, Netanyahu juga menyinggung kinerja ekonomi Israel yang ia klaim termasuk paling kuat di antara negara-negara maju. Ia mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF) yang menurutnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi Israel memimpin negara-negara Barat dan anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kendati negara itu telah mengalami perang selama tiga tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More