Sebelum serangan terjadi, tentara Nigeria dari Batalion Gamboru sedang melakukan patroli rutin di sepanjang jalan antara Gamboru Ngala dan perbatasan Kamerun. Dilansir Jerusalem Post, Senin (19/10/2026), wilayah tersebut diketahui merupakan kekuasaan Boko Haram.
Boko Haram Serang Konvoi Tentara di Nigeria, 15 Pasukan Tewas

- Boko Haram menyerang konvoi patroli Batalion Gamboru di Borno pada 17 Oktober 2026, menewaskan 15 pasukan Nigeria, termasuk lima anggota pasukan sipil.
- Serangan bermula ketika kendaraan konvoi menginjak ranjau yang dipasang Boko Haram, lalu diikuti serbuan dan baku tembak sengit pada malam hari.
- Borno tetap menjadi basis Boko Haram dan ISWAP; meski Nigeria gencar beroperasi serta dibantu ratusan pasukan AS, kedua kelompok masih melancarkan serangan.
Jakarta, IDN Times - Boko Haram dikabarkan menyerang konvoi tentara Nigeria pada Sabtu (17/10/2026) pekan lalu. Serangan ini terjadi di Negara Bagian Borno. Serangan ini menewaskan 15 tentara yang ada di dalam konvoi tersebut, termasuk 5 anggota pasukan sipil Nigeria.
1. Mobil konvoi tentara Nigeria terkena ledakan ranjau Boko Haram
Sayangnya, di tengah patroli, mobil konvoi tentara Nigeria terkena ledakan ranjau yang dipasang Boko Haram. Saat itu, patroli yang awalnya berjalan damai berubah menjadi situasi yang amat tegang. Sebab, sejumlah pasukan Boko Haram langsung menyerbu pasukan Nigeria yang baru saja terdampak ledakan ranjau.
Saat itu, baku tembak antara tentara Nigeria dan Boko Haram terjadi dengan sangat sengit. Dalam sebuah video yang dirilis Radar Africa di Facebook, terlihat bahwa baku tembak tersebut pecah pada malam hari. Dari 15 tentara Nigeria yang tewas, beberapa di antaranya terbunuh dalam bentrokan tersebut.
2. Borno merupakan pusat markas Boko Haram

Boko Haram sedang memotong tangan seorang warga. (commons.wikimedia.org/VOA) Borno sendiri merupakan pusat markas Boko Haram dan sekutunya, Islamic State West Africa Province (ISWAP). Kedua kelompok teroris itu saat ini sudah menguasai sejumlah wilayah yang ada di Borno. Mereka juga sering melakukan serangan dan pemberontakan terhadap tentara dan warga sipil Nigeria yang ada di negara bagian tersebut.
Sebetulnya, pasukan Nigeria sudah gencar melakukan operasi militer dan patroli di sejumlah wilayah di Borno. Kendati demikian, Boko Haram dan ISWAP masih sering melakukan serangan teror di sana. Sebab, jumlah pasukan Boko Haram dan ISWAP sangat banyak sehingga tentara Nigeria sering kewalahan menghadapi mereka. Akibatnya, ada banyak tentara dan warga sipil Nigeria yang tewas karena diserang Boko Haram dan ISWAP.
3. Amerika Serikat sudah mengirim pasukan ke Nigeria untuk basmi Boko Haram dan ISWAP

potret tentara Amerika Serikat (pexels.com/George Pak) Pada awal 2026 lalu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebetulnya sudah mengirim ratusan pasukannya ke Nigeria untuk memerangi Boko Haram dan ISWAP. Langkah ini dilakukan sebagai upaya AS untuk membasmi kelompok teroris dari seluruh muka bumi. Sebab, inilah yang sudah dijanjikan Donald Trump saat kembali mencalonkan diri sebagai Presiden AS.
Namun, kenyataan di lapangan justru berkata lain. Meski sudah dibantu pasukan AS yang terkenal kuat dan punya senjata canggih, militer Nigeria hingga saat ini masih belum bisa membasmi keberadaan Boko Haram dan ISWAP dari wilayahnya. Oleh karena itu, dua kelompok pemberontak tersebut hingga kini masih melakukan serangan terhadap tentara dan warga sipil Nigeria.





















