Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terduga Teroris dari Riau yang Ditembak Mati adalah Admin Jaringan JAD
Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Upaya penggerebekan teroris di Pelalawan, Riau, menewaskan terduga teroris berinisial WF pada Kamis (6/2). Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, menjelaskan bahwa WF adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), di mana dia berperan sebagi admin grup WhatsApp guna mencari sukarelawan.

Hasil dari perekrutan WF salah satunya adalah seorang polwan asal Polda Maluki Utara yakni NOS, yang diduga terafiliasi dengan jaringan JAD.

"Yang bersangkutan juga sebagai admin grup WA yang dia menarik orang untuk dijadikan sebagai volunteer, termasuk anggota polwan yang dari Maluku Utara," ujar Argo Yuwono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

1. WF punya pemahaman keras dan ingin bergabung dengan ISIS

Ilustrasi ISIS (IDN Times/Arief Rahmat)

WF, menurut Argo, punya pemahaman radikal yang cukup keras, WF juga menganggap bahwa mertuanya orang yang syirik. WF juga memiliki rencana untuk bergabung dengan ISIS dan berangkat ke Suriah.

"Kemudian juga yang bersangkutan berencana hijrah ke Suriah," kata dia.

2. Penangkapan berawal dari informasi adanya terduga teroris di sebuah kapal

Konferensi Pers Mabes Polri, Karonpemnas Mabes Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono (IDN Times/Lia Hutasoit)

Penangkapan WF berawal dari informasi yang diterima polisi. WF kala itu berada dalam sebuah kapal di Pelalawan. Maka dari itu, polisi mengarahkan nakhoda kapal untuk bernegosiasi guna mendekati kapal tersebut.

"Dari anggota juga melakukan imbauan dan komunikasi dengan nakhoda bahwa ada seorang laki-laki yang diduga pelaku teroris di kapal tersebut," ujar Argo.

3. WF melakukan perlawanan dan akhirnya ditembak

Lubang tembakan peluru dan darah terlihat di mobil korban menyusul perang senjata yang melibatkan seorang tentara Thailand dalam amukan tembakan di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 9 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha

Saat didekati oleh polisi, WF malah melakukan perlawanan dengan melempar pipa ke arah petugas, sampai akhirnya Densus 88 mengambil tindakan tegas dengan menembak WF dan akhirnya tewas. Ada anggota satu yang terluka dan kini sedang mendapat perawatan.

Editorial Team

Related Article