Tim Ekspedisi Patriot Undip Perbaiki Jembatan Darurat di Keerom

Tim Ekspedisi Patriot Undip, warga Kampung Yuruf, dan Satgas Pamtas RI-PNG bergotong royong memperbaiki jembatan darurat di Distrik Yaffi, Keerom, Papua.
Jembatan kayu merbau berukuran 4,5 x 7 meter menghubungkan tiga kampung ke Kota Arso dan Tugu Perbatasan MM 4.4 untuk sekolah, puskesmas, ibadah, serta hasil pertanian.
Perbaikan jembatan mendukung konektivitas kawasan transmigrasi, sementara pemerintah menekankan pembangunan wilayah berkelanjutan dan peran pemuda dalam menganalisis masalah serta menghadirkan solusi.
Jakarta, IDN Times - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) bersama warga Kampung Yuruf dan Satgas Pamtas Republik Indonesia-Papua Nugini bergotong-royong memperbaiki jembatan darurat di Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua.
Kepala Suku/Ondoafi Kampung Yuruf, Emos Steven Sumel, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot membantu masyarakat memperbaiki akses penghubung antarkampung.
"Ini program dari Tim Patriot membantu kami masyarakat Kampung Yuruf, lebih khusus dapat kita kerja sama gotong- royong melakukan pembangunan jembatan darurat penghubung antarkampung," ucapnya dalam keterangan, Senin (28/9/2026).
1. Jembatan hubungkan tiga kampung

Tim Ekspedisi Patriot Undip Bangun Jembatan Darurat di Keerom/ (dok Kementras) Jembatan kayu merbau berukuran 4,5 x 7 meter itu menjadi akses utama yang menghubungkan tiga kampung menuju Kota Arso dan Tugu Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini MM 4.4.
Keberadaan jembatan tersebut juga penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Jalur itu digunakan untuk menuju sekolah, Puskesmas Terpadu, tempat ibadah, hingga membawa hasil pertanian.
"Akses ini lebih pada menuju pada tugu perbatasan MM 4.4. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas nama seluruh warga masyarakat Kampung Yuruf dan juga pada umumnya di Distrik Yaffi," ujar Emos.
2. Perkuat konektivitas wilayah transmigrasi

Tim Ekspedisi Patriot Undip Bangun Jembatan Darurat di Keerom. (dok Kementras) Perbaikan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas di kawasan transmigrasi. Penguatan konektivitas ini sejalan dengan perubahan fokus pembangunan kawasan transmigrasi yang disampaikan Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono, saat memberikan pembekalan kepada Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta pada 29 Juli 2026.
“Yang dahulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk keluar Pulau Jawa, kini paradigmanya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar AHY.
3. Tidak hanya melihat persoalan namun solusi

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat mengunjungi kawasan tranmigrasi Balerang di Kepulauan Riau. (Dok. Kementrans). Sementara, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan semangat Tim Ekspedisi Patriot juga menekankan pentingnya peran pemuda untuk tidak hanya melihat persoalan di lapangan, tetapi turut mencari dan menghadirkan solusinya.
"Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif," tegas Iftitah.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















