Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Operasi Papua, TNI Amankan 8 Senjata OPM Termasuk Jenis SS1 V1

2 min read
Operasi Papua, TNI Amankan 8 Senjata OPM Termasuk Jenis SS1 V1
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto usai hadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • TNI mengamankan delapan pucuk senjata dalam operasi di Papua, termasuk SS1 V1 yang disebut sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
  • Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan data itu berdasarkan laporan Pangkogabwilhan, tanpa merinci lokasi pengamanan senjata atau identitas pihak yang terlibat.
  • Dalam perkembangan terkait, empat anggota OPM dilaporkan tewas di Intan Jaya, sementara empat orang di Puncak Jaya menyerahkan empat senjata melalui upacara reintegrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Operasi penindakan TNI terhadap kelompok yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua menghasilkan pengamanan delapan pucuk senjata. Salah satunya merupakan jenis SS1 V1 yang sebelumnya disebut direbut OPM dari satuan TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan informasi tersebut merupakan laporan dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan).

"Tadi laporan dari Pangkogabwilhan sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk," kata Agus saat ditemui di Jakarta, melansir ANTARA, Minggu (27/9/2026).

Agus menyampaikan perkembangan itu saat ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak yang berada di balik sejumlah kejadian tewasnya warga sipil di Papua.

Namun, Agus belum merinci lokasi pengamanan delapan senjata maupun identitas pihak yang telah diidentifikasi dalam operasi tersebut.

Sebelumnya, Koops TNI Habema menyebut empat anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyebut kelompok tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.

Dalam operasi tersebut, TNI juga menyatakan menyita sejumlah barang dari lokasi kontak senjata, termasuk satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, dan telepon seluler.

Perkembangan terbaru mengenai delapan senjata yang diamankan disampaikan Agus berdasarkan laporan Pangkogabwilhan kepada Panglima TNI.

Sementara itu, pada Sabtu (26/9/2026), empat orang yang disebut sebagai anggota OPM di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, juga dilaporkan menyerahkan empat pucuk senjata kepada Koops TNI Habema dalam upacara reintegrasi. Mereka disebut memilih meninggalkan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More