Jakarta, IDN Times - Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menuding kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kerap menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup ketika melakukan kontak tembak dengan aparat. Alhasil, warga sipil di Papua kerap menjadi korban.
"Mereka acapkali menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI. Saat hendak ditangkap, mereka menyerang dengan membabi buta, menembakan senapan mesin hingga melukai prajurit. Sehingga, kami berikan tindakan tegas untuk melindungi keselamatan jiwa dan raga prajurit serta masyarakat di sekitarnya," ungkap Pangkogabwilhan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto ketika dikonfirmasi pada Selasa (7/7/2026).
Jenderal bintang tiga itu menambahkan kejahatan yang dilakukan oleh OPM merupakan wujud nyata dari paradoks pembangunan daerah dan masyarakat di ufuk timur Indonesia. OPM telah melakukan beragam aksi teror, mulai dari intimidasi, perampokan, pembakaran sekolah, gereja serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, pemerkosaan terhadap wanita, hingga pembunuhan keji di luar nalar kemanusiaan.
"TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat)-OPM sejatinya adalah musuh bersama yang harus dilawan dan dihentikan," tutur dia.
