Pramono Kaji Usulan Tarif TransJabodetabek, Keputusan Segera Diambil

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan usulan penyesuaian tarif Transjakarta dan TransJabodetabek dari DTKJ sedang dikaji dan akan segera dibahas bersama DPRD DKI sebelum keputusan diambil.
- DTKJ mengusulkan penyederhanaan tarif menjadi dua kelompok, yakni Rp5.000 untuk TransJakarta dalam kota dan Rp10.000 untuk rute TransJabodetabek, menggantikan tarif lama yang berlaku sejak 2005.
- Pertimbangan utama usulan tarif baru didasarkan pada asas keadilan karena jarak tempuh layanan TransJabodetabek lebih panjang dibandingkan rute dalam wilayah Jakarta.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan usulan penyesuaian tarif TransJakarta dan TransJabodetabek dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) akan dikaji oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pramono mengatakan telah menerima usulan tersebut. Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta akan membahasnya dalam waktu dekat.
"Untuk usulan dari Dewan Transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut. Nanti kami bahas dan segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk TransJabodetabek yang ke bandara," kata Pramono di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026)
1. Pemprov masih bahas tarif dengan DPRD DKI

Ia mengakui keputusan mengenai tarif seharusnya sudah diumumkan sesuai target yang pernah disampaikan sebelumnya. Namun, hingga kini pembahasannya masih berlangsung.
"Pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan sehingga sekarang ini memang kita juga sedang membahas dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta mengenai hal tersebut," ujarnya.
2. DTKJ usul tarif TransJakarta dan TransJabodetabek

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan penyederhanaan tarif transportasi umum menjadi dua kelompok, yakni tarif TransJakarta dalam wilayah Jakarta sebesar Rp5.000 dan tarif TransJabodetabek sebesar Rp10.000.
"Yang sudah berlaku ini dari tahun 2005 sampai 2021 semuanya Rp3.500 kan untuk BRT TransJakarta, untuk juga yang ke mana, Blok M ke Bandara, terus juga untuk TransJabodetabek. Kita mendorong penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan," ucap Sugihardjo dikutip Senin (6/7/2026).
3. Jarak tempuh TransJabodetabek jauh

Ia menjelaskan, DTKJ menggunakan asas keadilan atau fairness dalam menyusun usulan tarif karena jarak tempuh layanan TransJabodetabek jauh lebih panjang dibanding layanan di dalam Jakarta.
"Dalam hal ini kita pakai asas fairness karena jaraknya dari Jabodetabek ke Jakarta kan jauh lebih panjang. Jadi kilometer tempuhnya lebih panjang. Kalau biayanya sama, itu tidak fair," ujarnya.


















