Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam Seomop Biotrop
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam Seameo Biotrop di Gedung Kemendikdasmen, Rabu (10/12/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Pendampingan psikososial: Mendiang murid merupakan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kemendikdasmen menegaskan pentingnya pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif.

  • Koordinasi dengan Pemda: Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan kepada keluarga dan memastikan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.

  • Pentingnya lingkungan suportif: Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak serta pentingnya dukungan bersama dari sekolah, kelu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atip menyampaikan, peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan Kemendikdasmen menyampaikan empati kepada keluarga, teman, guru, serta seluruh warga sekolah yang terdampak.

"Kemendikdasmen memandang peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks. Kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara," ucap Atip dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

1. Pendampingan psikososial

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam Seameo Biotrop di Gedung Kemendikdasmen, Rabu (10/12/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia menerangkan, sebagai bagian dari kebijakan afirmasi pendidikan, mendiang murid tersebut tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), yang dananya telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Namun demikian, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan, tidak dapat berhenti pada dukungan finansial semata, melainkan harus mencakup pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif," katanya

2. Kemendikdasmen koordinasi dengan Pemda

ilustrasi akhiri hidup (IDN Times/Arief Rahmat)

Arip mengatakan, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah bersama perangkat daerah terkait untuk melakukan pendampingan kepada keluarga, termasuk menyiapkan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya.

"Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan keluarga mendapatkan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan," ujarnya.

3. Pentingnya lingkungan suportif

MPLS terakhir di SDN Tugurejo Semarang. (IDN Times/Dok SDN Tugurejo Semarang)

Atip menilai, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak.

Satuan pendidikan bersama orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka di mana setiap anak merasa aman untuk mengekspresikan kerentanan mereka, memperkuat kepedulian terhadap kondisi emosional anak, serta memastikan setiap anak merasa didengar, dihargai, dan mendapatkan pendampingan yang memadai.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak serta menghindari penyebaran spekulasi yang berpotensi menambah beban psikologis bagi keluarga korban dan komunitas sekolah. Kemendikdasmen menegaskan pentingnya dukungan bersama dari sekolah, keluarga, masyarakat, media, serta pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak, sebagai bagian dari upaya pencegahan peristiwa serupa di masa mendatang," ujarnya.

Editorial Team