Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dukung Transisi Energi, Pertamina Hadirkan PLTS di Kapal OB Patra 2303
Direktur TKB Pertamina Persero Agung Wicaksono mengunjungi ruang Panel Baterai disisi Kapal PTK OB 2303 pada Kamis (11/6) di Galangan Pahala Harapan Lestari, Pangkal Pinang. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina memasang PLTS di kapal OB Patra 2303 untuk menekan emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor maritim.
  • Sistem PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp dengan baterai 32 kWh mampu menyuplai energi hingga enam jam operasional kapal, menggantikan sebagian penggunaan diesel.
  • Inovasi ini menghemat sekitar 28,08 kiloliter diesel per tahun serta menjadi langkah nyata Pertamina menuju dekarbonisasi dan target Net Zero Emission 2060.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 untuk mendukung transisi energi dan menekan emisi karbon di sektor maritim.
  • Who?
    Pihak yang terlibat meliputi PT Pertamina Trans Kontinental, Pertamina New & Renewable Energy, Pertamina International Shipping, serta Direktur Agung Wicaksono, John Anis, dan Eka Suhendra.
  • Where?
    Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
  • When?
    Kegiatan pemasangan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun, menekan konsumsi bahan bakar diesel, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.
  • How?
    Sistem PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp dipadukan dengan Battery Energy Storage System 32 kWh untuk menyuplai daya auxiliary engine kapal hingga enam jam operasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komitmen Pertamina menekan emisi karbon kini menjangkau sektor maritim. Melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), perusahaan mampu mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun sekaligus menekan konsumsi bahan bakar diesel.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas pemanfaatan energi bersih di seluruh rantai bisnisnya, termasuk armada pendukung distribusi energi nasional yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

1. Mampu kurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun

Direktur TKB Pertamina Persero Agung Wicaksono mengunjungi ruang Panel Baterai disisi Kapal PTK OB 2303 pada Kamis (11/6) di Galangan Pahala Harapan Lestari, Pangkal Pinang. (Dok. Pertamina)

Pemasangan dan pengoperasian sistem PLTS dilakukan di galangan kapal, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis, 11 Juni 2026. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, yang memantau langsung kegiatan tersebut mengatakan, penerapan energi surya di kapal menunjukkan bahwa upaya pengurangan bahan bakar berbasis fosil dapat dilakukan tidak hanya di darat, tetapi juga di laut.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung.

2. Mampu menyubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal

Direktur TKB Pertamina Persero Agung Wicaksono mengunjungi ruang Panel Baterai disisi Kapal PTK OB 2303 pada Kamis (11/6) di Galangan Pahala Harapan Lestari, Pangkal Pinang. (Dok. Pertamina)

Agung menegaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis perusahaan. Agung juga mengatakan, proyek ini merupakan contoh nyata sinergi antarentitas Pertamina. Kolaborasi antara PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada yang didukung oleh PIS sebagai induk usaha, memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis mengungkapkan, sistem yang diterapkan menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. John menyampaikan, energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu menyubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ujar John.

3. Menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun

Direktur TKB Pertamina Persero Agung Wicaksono mengunjungi ruang Panel Baterai disisi Kapal PTK OB 2303 pada Kamis (11/6) di Galangan Pahala Harapan Lestari, Pangkal Pinang. (Dok. Pertamina)

Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun. Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 juga menjadi bukti bahwa energi terbarukan memiliki peluang besar untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi nasional.

Senada, Direktur Perencanaan Bisnis PIS Eka Suhendra menambahkan, proyek tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Selain penerapan berbagai perangkat penghemat energi pada armada, pemanfaatan energi surya dinilai membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” kata Eka. (WEB)

Editorial Team

Related Article