SMRC: 61,6 Persen Publik Tidak Puas terhadap Pelaksanaan Program MBG

- Survei SMRC Juli 2026 mencatat 61,6 persen publik kurang puas atau tidak puas terhadap pelaksanaan MBG, sementara 33,8 persen menyatakan sangat atau cukup puas.
- Kepuasan terhadap MBG turun dari 62,5 persen pada November 2025 menjadi 53,1 persen pada Februari–Maret 2026, lalu 33,8 persen pada Juli 2026.
- Awareness MBG mencapai 95,4 persen responden pada Juli 2026 dan relatif stabil selama sembilan bulan, meski ketidakpuasan terhadap pelaksanaannya meningkat.
Jakarta, IDN Times - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sebanyak 61,6 persen publik merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebaliknya, responden yang menyatakan sangat puas atau cukup puas hanya mencapai 33,8 persen.
Survei nasional bertajuk “Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP” dilakukan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 605 responden yang diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling dan 144 responden yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel dipilih secara acak dengan margin of error ± 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berikut tiga temuan survei SMRC terkait pelaksanaan program MBG.
Table of Content
1. Sebanyak 61,6 persen publik tidak puas terhadap pelaksanaan MBG

Survei SMRC menunjukkan mayoritas masyarakat yang mengetahui program MBG memberikan penilaian negatif terhadap pelaksanaannya. Dari responden yang mengetahui program tersebut, sebanyak 31 persen mengaku kurang puas dan 30,6 persen tidak puas sama sekali.
Di sisi lain, responden yang merasa sangat puas tercatat 6,2 persen dan 27,6 persen responden menyatakan cukup puas. Adapun 4,6 persen responden tidak memberikan jawaban atau tidak memiliki pendapat.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan jumlah masyarakat yang tidak puas terhadap pelaksanaan MBG jauh lebih besar dibandingkan mereka yang puas.
“Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program MBG, sementara yang merasa sangat atau cukup puas lebih rendah 33,8 persen,” terang Deni.
2. Kepuasan terhadap pelaksanaan MBG terus menurun dalam 9 bulan terakhir

Dalam survei tersebut, SMRC juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir.
Pada survei November 2025, sebanyak 62,5 persen responden menyatakan sangat puas atau cukup puas terhadap pelaksanaan MBG. Angka tersebut turun menjadi 53,1 persen pada survei Februari–Maret 2026, kemudian kembali merosot menjadi 33,8 persen pada survei Juli 2026.
Sementara itu, proporsi responden yang merasa kurang puas atau tidak puas meningkat dari 33,9 persen pada November 2025 menjadi 44,6 persen pada Februari–Maret 2026, lalu kembali meningkat menjadi 61,6 persen pada survei Juli 2026.
Deni menyimpulkan, tren tersebut menjelaskan mengapa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto ikut mengalami penurunan.
“Ini saya kira bisa dijelaskan dengan berbagai peristiwa yang terkait dengan pelaksanaan program MBG. Terakhir, tentu penangkapan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga terlibat dalam korupsi. Itu juga saya kira sangat memengaruhi bagaimana warga menilai,” papar Deni.
“Di samping itu, tata kelola dari program MBG kan banyak diberitakan cukup banyak ada masalah. Entah itu dari sisi kasus-kasus keracunan misalnya. Saya kira itu masih banyak terjadi,” lanjut dia.
3. Awareness masyarakat terhadap program MBG sudah mencapai 95,4 persen

Di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap pelaksanaan MBG, survei SMRC juga mencatat tingkat pengetahuan masyarakat terkait program tersebut justru sudah sangat tinggi.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 95,4 persen responden mengaku mengetahui atau pernah mendengar program MBG. Sedangkan hanya 4,6 persen responden yang mengaku belum mengetahui program tersebut.
Menurut SMRC, tingkat awareness terhadap MBG relatif stabil dalam sembilan bulan terakhir. Proporsi masyarakat yang mengetahui program tersebut mencapai 95 persen pada November 2025, meningkat menjadi 95,1 persen pada Februari–Maret 2026, dan kembali naik menjadi 95,4 persen pada Juli 2026.


















