Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai memimpin Upacara Peringatan Harhubnas Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (22/9). (IDN Times/Ridho Fauzan)
Dalam pidatonya sebagai inspektur upacara, Rano menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari pelayanan dan operasional transportasi sehari-hari, bukan sekadar memenuhi prosedur administratif.
“Hari Perhubungan Nasional tahun ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama. Keselamatan tidak boleh berhenti pada prosedur administratif semata, tetapi harus benar-benar hidup dalam pelayanan dan operasional transportasi sehari-hari,” ujar Rano.
Menurutnya, transportasi memiliki peran lebih luas dari sekadar menyediakan kendaraan dan infrastruktur. Transportasi menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai kebutuhan, mulai dari sekolah, rumah sakit, tempat kerja, pasar, hingga pusat perekonomian.
Karena itu, September juga dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Rano berharap momentum tersebut dapat mendorong budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten oleh operator, petugas, maupun masyarakat pengguna transportasi.
“September telah dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi bagi kita bersama. Momentum ini harus menjadi fondasi awal untuk memperkuat budaya keselamatan sepanjang tahun, baik bagi operator, petugas, maupun masyarakat pengguna jasa transportasi,” tuturnya.