Jakarta, IDN Times - Wakil Rektor III Universitas Bung Karno (UBK), Daniel Panda memastikan, pihak kampus akan membuat tim investigasi untuk mengusut kasus dugaan gerakan demo mahasiswa yang digelar sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas UBK.
Pihak rektorat UBK sendiri sudah menginformasi langsung kepada Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin. Abdi mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta dari seorang alumni Fakultas Hukum UBK. Dana itu diduga bersumber dari aparat kepolisian.
"Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum, saudara ABDI. Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian," kata dia dalam jumpa pers di Gedung Universitas Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 17A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
"Jadi ada pengakuan dari yang bersangkutan. Dalam proses ini, UBK sudah membentuk tim investigasi. Kami memiliki Komisi Etik. Dalam proses ini kami akan menyelidiki dan meminta keterangan dari beberapa mahasiswa," sambungnya.
Setelah melakukan investigasi, kata Daniel, pihak kampus akan memutuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada sejumlah mahasiswa yang melakukan pelanggaran tersebut.
"Sanksi akan dilihat berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tersebut. Karena itu kami akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Bung Karno," ungkap dia.
Berdasarkan pengakuan Abdi, ia menyerahkan uang panas itu kepada sejumlah mahasiswa, termasuk pengurus BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
"Informasi ini sudah tersebar di media sosial dan merupakan pengakuan dari yang bersangkutan. Namun kami juga akan melakukan cross-check kembali. Kami akan memanggil saksi-saksi maupun oknum-oknum yang terlibat dalam proses ini," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Abdi Maludin mengaku menerima bayaran terkait demonstrasi yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Abdi sendiri merupakan perwakilan mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Keterangan itu disampaikan Abdi saat menemui mahasiswa yang menggelar aksi di UBK, Jakarta pada Senin (23/6/2026) malam.
"Saya meminta maaf atas kejadian yang terjadi. Jadi begini, terkait persoalan yang jadi objek pembicaraan kita. Tentu yang pertama menuju hari H, saya sebagai koordinator lapangan," kata Abdi dalam video yang diunggah akun Instagram @Marhaenpress.
Abdi mengaku dana tersebut dibagikan kepada sejumlah senior kampus dan jajaran BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBK maupun BEM FH UBK.
"Maka dari itu, terkait uang itu memang saya terima 20 persen, saya memakai buat mobil komando Rp500 ribu, kebutuhan lainnya sekitar Rp200 ribu, dan dibagi ke senior kampus dan kawan-kawan (BEM) dari FEB juga. Dibagikan secara cash," jelas dia.
