Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Update Kerusakan Akibat Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut-Malut
Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). (Dok. BPBD Kota Ternate)
  • BNPB melaporkan gempa M7,6 di Sulut dan Malut disertai 233 gempa susulan, dengan getaran terasa di Bitung, Minahasa, Ternate, Tidore, dan beberapa wilayah Halmahera.
  • Satu orang meninggal di Manado, ratusan warga terdampak dan mengungsi; puluhan rumah serta fasilitas umum di berbagai daerah mengalami kerusakan ringan hingga berat.
  • BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan bencana serta rutin memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air untuk mencegah risiko lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

Gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Getaran dirasakan di Bitung, Minahasa, Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

3 April 2026

BNPB memperbarui data kerusakan akibat gempa. Satu orang meninggal di Manado dan satu luka di Minahasa. Ratusan keluarga terdampak serta ratusan jiwa mengungsi di Tidore Kepulauan. BNPB juga mencatat kerusakan bangunan di berbagai daerah dan mengimbau peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana lanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, menyebabkan kerusakan bangunan, korban jiwa, serta ratusan warga terdampak dan mengungsi.
  • Who?
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Abdul Muhari melaporkan dampak gempa; korban termasuk satu orang meninggal di Manado dan satu luka di Minahasa.
  • Where?
    Getaran dirasakan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.
  • When?
    Gempa utama terjadi pada Kamis, 2 April 2026; pembaruan data disampaikan BNPB pada Jumat, 3 April 2026.
  • Why?
    Gempa terjadi akibat aktivitas tektonik di wilayah pertemuan lempeng yang memicu getaran kuat hingga menimbulkan kerusakan luas di beberapa daerah.
  • How?
    Dampak berupa rumah rusak berat hingga ringan, fasilitas umum terdampak, serta ratusan warga mengungsi; BNPB mengimbau peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa besar di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Banyak rumah dan gedung rusak. Satu orang meninggal dan ada yang luka. Banyak keluarga harus mengungsi karena takut. Ada juga hotel, kantor, dan tempat ibadah rusak. Sekarang petugas minta semua orang hati-hati dan siap kalau ada bencana lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah dampak gempa yang cukup luas di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, respons cepat BNPB menunjukkan kesiapan sistem penanggulangan bencana nasional. Pembaruan data yang rinci dan imbauan langsung kepada masyarakat mencerminkan koordinasi yang baik antara lembaga dan warga, membantu memastikan keselamatan serta memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data kerusakan akibat gempa dengan magnitudo (M) 7,6 di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), pada Kamis (2/4/2026). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan data BMKG, ada 233 gempa susulan pascagempa utama terjadi.

"Getaran dirasakan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara), serta di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan (Maluku Utara)," ujar Muhari dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

1. Satu orang meninggal dan ratusan orang terdampak

Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). (Dok. BPBD Kota Ternate)

Muhari mengatakan, ada satu orang meninggal dunia di Manado dan satu orang luka di Minahasa. Di Maluku Utara, ada 134 kepala keluarga (KK) di Kota Ternate Terdampak,7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan.

"Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan," kata dia.

2. Ada satu hotel rusak

Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). (Dok. BPBD Kota Ternate)

Tim Kaji Cepat mencatat, ada 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado. Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan rusak di Sulawesi Utara akibat gempa.

Untuk wilayah Maluku Utara, dilaporkan di Kota Ternate terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta 6 fasilitas ibadah terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak. Di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak. Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 5 rumah rusak ringan.

3. BNPB imbau pemerintah daerah dan masyarakat tingkatkan kesiapsiagaan

Ilustrasi gempa bumi (IDN Times/Sukma Shakti)

BNPB kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya hidrometeorologi basah.

"Warga di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri serta mengetahui jalur evakuasi yang aman," ujar Muhari.

Editorial Team