Jakarta, IDN Times - Pertemuan selama hampir satu jam antara perwakilan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tidak membuat gerakan mereka berhenti.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi, menegaskan mereka tetap akan mengawal seluruh tuntutan yang telah disampaikan kepada pemerintah.
Mereka memberi batas waktu 5x24 jam kepada pemerintah, untuk menunjukkan tindak lanjut atas aspirasi yang telah mereka sampaikan.
Abdi mengatakan apabila dalam tenggat waktu tersebut tidak ada realisasi atau progres nyata dari pemerintah, mahasiswa akan kembali turun ke jalan dengan demonstrasi lanjutan.
“Tentu tidak. Kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5x24 jam. Ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealisasi, maka kami akan membentuk pergerakan kembali, aksi jilid-jilid berikutnya,” ujar dia.
Menurut Abdi, salah satu tuntutan utama yang disampaikan dalam pertemuan dengan Wapres Gibran adalah penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Selain itu, mahasiswa juga meminta agar efisiensi anggaran dialihkan untuk subsidi uang kuliah tunggal (UKT) maupun biaya operasional perguruan tinggi, guna mewujudkan pendidikan yang lebih terjangkau.
Dalam klaster hukum dan supremasi sipil, mahasiswa juga mendorong adanya rekomendasi kepada DPR RI untuk melakukan peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Polri yang baru disahkan.
Sementara dalam klaster krisis moneter dan energi, mahasiswa mendesak pemerintah melakukan langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax yang dinilai berdampak pada daya beli masyarakat.
Abdi mengatakan, seluruh poin tuntutan tersebut telah dicatat Gibran saat pertemuan di Istana Wakil Presiden.
“Wapres tadi sudah mencatat apa yang kami sampaikan. Makanya kami memberikan waktu kepada pemerintah 5x24 jam. Ketika tuntutan yang kami sampaikan tidak dilakukan, maka kami tetap akan di jalan,” katanya.
