Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemendukbangga Soroti Ancaman Kekerasan dalam Bonus Demografi

Kemendukbangga Soroti Ancaman Kekerasan dalam Bonus Demografi
Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemendukbangga/BKKBN mengingatkan bonus demografi Indonesia hingga 2045 tidak otomatis menguntungkan tanpa generasi muda yang sehat, aman, unggul, dan keluarga berkualitas.
  • Kekerasan terhadap perempuan dan anak memicu stres serta trauma, menurunkan kapasitas pengasuhan responsif, lalu berisiko mengganggu tumbuh kembang anak dan kualitas SDM.
  • Tingginya stunting dan kasus kekerasan domestik dinilai mengancam dividen demografi; perlindungan, pengasuhan, kesejahteraan, serta penguatan keluarga perlu ditangani secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, mengingatkan bonus demografi Indonesia tidak otomatis menjadi keuntungan. Dia menilai, kekerasan terhadap perempuan dan anak, lemahnya pengasuhan, hingga tingginya stunting dapat mengubah bonus demografi menjadi beban bila tidak segera diatasi.

Dia mengatakan, bonus demografi tidak didapatkan secara otomatis, tetapi harus diusahakan. Peluangnya ada jika keluarga berkualitas dan generasi muda itu bisa tumbuh sehat, aman, dan unggul.

"Tanpa keluarga yang berkualitas, kemudian generasi muda yang tumbuh sehat, kemudian aman karena ini bicara kekerasan dan unggul, kita meyakini bahwa sangat akan sangat sulit bonus demografi itu didapatkan," kata dia dalam media dialog bersama IDN Times, dikutip Senin (3/8/2026).

1. Kekerasan disebut jadi awal ancaman bonus demografi

Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Yuni mengatakan, bonus demografi hanya menjadi berkah apabila didukung sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Sebaliknya, kualitas SDM yang rendah akan memperberat pembangunan dan mengancam peluang Indonesia memanfaatkan bonus demografi hingga 2045.

"Yang pertama adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini masih banyak terjadi, dan ini catatan dari catatan tahunan dari Komnas Perempuan juga mencatat masih banyak kasus kekerasan," kata dia.

Menurut dia, kekerasan memicu tekanan psikologis yang membuat kualitas pengasuhan menurun.

"Kapasitas pengasuhan menurun, jadi stres, trauma, tekanan rumah tangga, ini termasuk ada tekanan psikologis ya. Kita menyebutkan ini meningkatkan risiko pengasuhan yang tidak responsif," ujar dia.

2. Dampaknya menjalar hingga stunting dan kualitas SDM

foto1.jpeg
Alfamart dan Zwitsal Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu di 34 Kota (Dok. IDN Times)

Dia menjelaskan, tekanan psikologis dalam keluarga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi itu berisiko menurunkan kualitas SDM dan menghambat bonus demografi. Yuni menilai, intervensi harus dimulai dari perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan keluarga..

"Nah, ini angka prevalensi stunting juga masih tinggi ya. Nah, ini otomatis tumbuh kembang anak terganggu. Ini aset yang tidak baik saat ada anak stunting gitu. Kemudian otomatis akan menghasilkan kualitas SDM yang menurun gitu. Kalau kualitas SDM menurun, otomatis dividen demografinya akan terancam," ujar dia.

3. Penguatan keluarga dinilai mendesak

Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih.
Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan, meningkatnya laporan kekerasan perlu direspons dengan penguatan keluarga, terutama karena banyak kasus masih terjadi di ranah domestik.

"Namun tingginya kasus di ranah domestik, maksudnya ini di ranah rumah tangga ya, ini menunjukkan bahwa penguatan keluarga tetap harus dilakukan dan ini sifatnya mendesak," kata dia.

Yuni menegaskan, bonus demografi hanya dapat dicapai jika persoalan tersebut ditangani secara menyeluruh.

"Pesan kuncinya bonus demografi itu bersifatnya bersyarat ya. Kalau tidak apa memenuhi yang tadi pasti tidak akan bisa optimal didapatkan," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More