Dukcapil: Sepanjang 2026 Bayi Banyak Lahir Hari Kamis

- Ditjen Dukcapil mencatat bayi paling banyak lahir pada Kamis sepanjang 2026, mencapai 144.182 jiwa; angka terendah terjadi pada Minggu dengan 102.527 jiwa.
- Jawa Barat menjadi provinsi dengan kelahiran tertinggi, sementara Jawa Timur mencatat kematian tertinggi; Kabupaten Bogor dan Surabaya masuk daftar wilayah teratas.
- Jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2026 mencapai 290.125.073 jiwa, naik sekitar 1,8 juta dari semester II 2025; 55,73 persen penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) mengungkapkan, sepanjang tahun 2026, bayi di Indonesia paling banyak lahir pada hari Kamis.
Hal tersebut disampaikan, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
"Kalau kita lihat (data) di sini, ternyata bayi lahir itu paling banyak pada hari Kamis," kata Teguh.
1. Bayi lahir pada hari Kamis capai 144.182

Berdasarkan data yang dipaparkan Teguh, bayi yang lahir pada hari Kamis sepanjang 2026 terdapat 144.182 jiwa.
Kemudian posisi terbanyak kedua, hari Selasa dengan jumlah 140.531 jiwa, Senin 139.773 jiwa, Jumat 138.188 jiwa, Rabu 137.727 jiwa, Sabtu 130.488 jiwa, dan Minggu 102.527 jiwa.
2. Kelahiran tertinggi ada di Jabar, kematian tertinggi Jatim

Teguh juga mengungkapkan, provinsi dengan kelahiran tertinggi sepanjang tahun 2026 berada di Jawa Barat (Jabar). Sementara angka kematian tertinggi ditempati Jawa Timur (Jatim).
Teguh menyampaikan lima provinsi dan kabupaten/kota dengan jumlah kelahiran tertinggi sepanjang tahun 2026.
"Ini lima provinsi dan kabupaten/kota dengan angka kelahiran tertinggi. Ada di Jawa Barat, ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan. Sedangkan kotanya, atau kabupaten/kotanya adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, kemudian Surabaya, Kabupaten Bekasi, dan juga Tangerang," kata Teguh.
Mantan Pj Gubernur DKI jakarta ini juga memaparkan lima provinsi dan kabupaten/kota dengan angka kematian tertinggi sepanjang 2026.
"Untuk yang akta kematian, ini adalah Jawa Timur untuk tertinggi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI. Dan untuk akta kematian, kabupaten/kota adalah Jember, Kabupaten Bogor, kemudian Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan Jakarta Timur," kata Teguh.
3. Total penduduk Indonesia capai lebih dari 290 juta

Teguh juga merilis jumlah keseluruhan penduduk Indonesia pada semester I 2026. Dia mengatakan, total penduduk di Indonesia mencapai lebih dari 290 juta.
"Per 30 Juni 2026 atau per semester I 2026 jumlah penduduk Indonesia sudah 290.125.073 jiwa," kata dia.
Teguh menjelaskan, jumlah penduduk tersebut mengalami peningkatan sekitar 1,8 juta jika dibandingkan data Semester II 2025.
Sementara dari kategori jenis kelamin, penduduk laki-laki masih mendominasi ketimbang perempuan. Jumlah penduduk laki-laki pada semester I 2026 adalah 146.402.289 jiwa (50,48 persen) dan perempuan 143.722.784 (49, 54 persen).
"Mengalami peningkatan kurang lebih 1,8 juta dibandingkan dengan semester II tahun 2025. Masih seperti yang lalu, jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Laki-laki jumlahnya dua juta lebih banyak ketimbang perempuan," kata dia.
Sementara dalam paparan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, dijelaskan bahwa persentase jumlah penduduk di Pulau Jawa capai 55,73 persen.
Kemudian secara berturut-turut diikuti oleh Pulau Sumatra 21,92 persen; Pulau Sulawesi 7,36 persen; Pulau Kalimantan 6,22 persen; Bali dan Nusa Tenggara 5,57 persen; Papua 2,02 persen; dan Maluku 1,18 persen.
Adapun provinsi dengan jumlah penduduk terbesar hingga terkecil sebagai berikut:
Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar:
1. Jawa Barat 52.592.678 jiwa
2. Jawa Timur 42.404.003 jiwa
3. Jawa Tengah 38.748.326 jiwa
Provinsi dengan jumlah penduduk terkecil:
1. Papua Barat 597.084 jiwa
2. Papua Selatan 600.476 jiwa
3. Papua Barat Daya 638.647 jiwa



















